Pemkab Cirebon Buka Uzin Keramaian Setelah 'Dikepung Sound System 20 Ribu Watt

Pemkab Cirebon Buka Uzin Keramaian Setelah 'Dikepung Sound System 20 Ribu Watt
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Ada yang tak biasa saat aksi unjuk rasa ratusan pekerja seni Cirebon, Jumat (10/7/2020). Mereka yang tergabung dalam Aliansi Seni Cirebon (ASC) membawa sekitar 10 kendaraan bak terbuka dan membawa sound system berkekuatan sekitar 20 ribu watt. Mereka menuntut supaya Pemkab Cirebon membuka izin keramaian.

Karuan saja, sound system berkekuatan besar tersebut membuat lokasi Pemkab Cirebon menjadi ramai. Masa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung dewan, menuntut supaya izin keramaian segera dibuka. Kalau tidak, mereka mengancam akan membawa ribuan masa dan membawa puluhan ribu sound system lagi.

"Kami lama tidak ada aktifitas. Segera buka izin keramaian supaya kami bisa makan. Kami sudah tidak punya apa apa lagi, teriak kordinator aksi, Radista.

Beruntung, aksi mereka didepan gedung dewan tidak berlangsung lama. Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Luthfi yang langsung datang, meminta masa untuk tenang. Menurutnya, Dewan sepakat dengan permintaan ASC. Tinggal, bagaimana bupati Cirebon saja. Apakah mau menandatangi atau tidak.

"Sekarang kita ke Pemda. Kebetulan bupati sedang dibandung. Kami minta perwakilan untuk masuk ke Pemda dan kita dialog dengan pejabat disana," kata Luthfi sambil mengajak para pengunjuk rasa berjalan kaki menuju gedung Pemda.

Tiba di gedung Pemda, beberapa perwakilan ASC diterima oleh Asda 1 pemerintahan, Hilmy Riva'i, dan Kadisburpora, Hartono. Kembali, saat melakukan orasinya, Radista menyampaikan uneg-unegnya. Semenjak ada covid-19, menurut Radista ekonomi pekerja seni semakin jatuh dan morat- marit. Lockdown selama empat bulan, membuat mereka kesulitan ekonomi.

"Bapak bapak disini, di lockdown tiga tahunpun tidak ada masalah. Tapi kami tidak berdaya. Duit sudah habis, keluarga susah makan. Jadi tolong bantu kami keluar dari kesulitan ini," ungkap Radista.

Senada dengan hal itu, Hilmy juga mengaku paham betul dengan apa yang sedang dirasakan para pekerja seni. Untuk itu, dirinya sedang menunggu keputusan bupati Imron, menandatangani keputusan dibukanya izin keramaian. 

Namun tidak begitu lama, protokol Pemkab memberitahukan, bahwa bupati siap melakukan teleconference dengan perwakilan ASC. Dari hasil teleconference, bupati juga mendukung apa yang disampaikan ASC. Menurut Imron Pemkab Cirebon sangat peduli dengan apa yang sedang dirasakan ASC. Untuk itu, dirinya siap menandatangani Perbup izin keramaian kembali.

Mendengar kabar tersebut, ratusan pengunjuk rasa menyambut gembira. Mereka lalu menggelar konser tunggal dengan menyanyikan beberapa tembang pantura. Namun, Pemkab juga memberikan catatan, bahwa boleh menggelar pentas seni, asal sesuai dengan protokol kesehatan. (maman suharman).