Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Penjualan Hewan Kurban

Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Penjualan Hewan Kurban
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2020, para penjual hewan kurban mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bandung. Meski hari raya itu masih sekitar tiga pekan lagi, pembelian hewan kurban pun tetap berjalan seperti biasa dan tak terpengaruh pandemi virus corona.

Baharudin (37) salah seorang pedagang hewan kurban di Jalan Raya Margahayu, mengatakan, pandemiCcovid-19 ternyata tak berpengaruh besar terhadap usaha penjualan hewan kurban. Buktinya, meskipun hari raya Idul Adha masih sekitar tiga pekan lagi, sekitar 30% sapi dagangannya telah terjual. Namun memang meski telah dibeli, sapi sapi tersebut belum dikirim kepada para pemiliknya alias dititip ditempat tersebut hingga tibanya hari raya.

"Untuk harga juga enggak ada kenaikan yang berarti. Saya menjual sapi dari harga Rp15-20 juta. Mungkin nanti kalau sudah dekat ada kenaikan sedikit lah," kata Baharudin di lapak sapi dagangannya, Jumat(10/7/2020).

Dia menjelaskan, sapi yang dijualnya itu berasal dari beberapa daerah di Pulau Jawa dan Bali. Dan pastikan sapi dagangannya itu dalam keadaan sehat, karena sebelum dikirim dan diperdagangkan telah melalui pemeriksaan. Pemeriksaan dengan cara diambil sampel darahnya, untuk memastikan jika sapi tersebut sehat dan siap untuk dipotong dan dikomsumsi manusia.

"Sapi yang saya jual sehat, karena  sudah diambil sampel darahnya, kesehatannya sudah diperiksa dan tidak ada cacat. Selain itu Insa Alloh memenuhi syarat sebagai hewan kurban," ujarnya.

Hal senada dikatakan Asep Syamsudin (55). Di tengah pandemi virus corona ini, pedagang hewan kurban yang setiap tahun mangkal di salah satu sudut di Soreang itu, mengaku optimistis berdagang hewan kurban. Karena menurutnya, bagi ummat Islam yang memiliki harta berlebih melaksanakan ibadah kurban menjadi suatu keharusan.

"Justru sekarang saatnya orang orang yang dilebihkan rejekinya oleh Alloh SWT untuk beramal. Gara gara corona, banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan menjadi miskin baru. Makanya saya tetap optimistis dagangan saya tetap laku walaupun saat ini masih ada virus corona," katanya.

Asep melanjutkan, hewan kurban dagangannya itu telah melalui pemeriksaan kesehatan hewan. Sehingga, meskipun didatangkan dari luar Jawa Barat, ia tak merasa khawatir.

"Jadi pembeli juga enggak usah khawatir, karena hewan ternak ini sudah ada izin penjualannya. Dan hewan kurban yang sehat  dikasih tanda kalung sehat dari pemerintah," ujarnya. (Dani R Nugraha)