Putusan Keliru Warnai Tiga Laga Kamis Liga Premier

Putusan Keliru Warnai Tiga Laga Kamis Liga Premier
Ilustrasi (antara)

INILAH, Bandung - Keputusan-keputusan keliru yang dianjurkan oleh petugas asisten wasit video (VAR) mewarnai tiga laga pekan ke-34 Liga Premier Inggris yang berlangsung Kamis (9/7) malam waktu setempat (Jumat dini hari WIB).

Hal itu dikonfirmasi oleh pihak operator Liga Premier dalam program Match of the Day asuhan BBC, demikian laporan yang diturunkan BBC, Jumat.

Semalam, Manchester United mengalahkan tuan rumah Aston Villa 3-0 di Villa Park diawali dengan gol Bruno Fernandes dari titik putih setelah ia "dilanggar" Ezri Konsa.

Tayangan ulang memperlihatkan Fernandes lebih dulu menginjak kaki Konsa, sebelum menjatuhkan diri dan mendapat hadiah tendangan penalti dari wasit Jonathan Moss yang berkonsultasi dengan VAR.

Gol penalti Fernandes mengubah jalannya pertandingan yang sebelumnya dikuasai Villa, tetapi menurut Liga Premier dalam laporan BBC MU seharusnya tidak mendapat hadiah tendangan penalti dan keputusan wasit serta VAR keliru.

Di pertandingan lain, Southampton memperoleh tendangan penalti kala bertandang ke markas Everton kendati gagal dieksekusi oleh James Ward-Prowse dalam laga yang berakhir imbang 1-1.

Southampton mendapat hadiah tembakan 12 pas ketika Ward-Prowse jatuh setelah berbenturan dengan Andre Gomes dalam perebutan bola, tetapi menurut Liga Premier keputusan itu juga keliru.

Sementara itu satu pertandingan lain antara Bournemouth melawan Tottenham Hotspur berakhir imbang nirgol di Stadion Vitality.

Kekeliruan di laga tersebut, menurut Liga Premier, adalah wasit dan VAR seharusnya menghadiahi Tottenham tendangan penalti pada menit-menit awal pertandingan setelah Harry Kane didorong jatuh oleh Joshua King.

Ironisnya, kendati Liga Premier mengakui kekeliruan para wasit dan petugas VAR di ketiga laga itu, kecil kemungkinan mereka akan mengubah hasil yang sudah tercatat sebagai hasil resmi pertandingan.

VAR memang menuai banyak kritik semenjak diterapkan di Liga Inggris awal musim ini. Kendati hadir sebagai teknologi untuk membantu mengurangi wasit mengambil keputusan keliru, berbagai keputusan yang diambil kerap mengundang kritik baik dari pemain, pelatih hingga kalangan pandit. (antara)