Dua Desa Siap Tarung Lomba Kampung Tangguh Covid-19

Dua Desa Siap Tarung Lomba Kampung Tangguh Covid-19
Bupati Bandung Dadang M. Naser di sela-sela peninjauannya ke Lembur Tohaga Lodaya Sabilulungan Melawan Covid-19 di RW 19 Desa Margaasih. (istimewa)

INILAH, Bandung - Dua desa di wilayah Kabupaten Bandung menjadi wakil dalam lomba Kampung Tangguh Nusantara Covid-19 tingkat Polda Jabar. Kedua desa tersebut, yaitu Desa Margaasih Kecamatan Margaasih yang berada di wilayah hukum Polres Cimahi dan Desa Tenjolaya Kecamatan Pasirjambu yang berada di wilayah hukum Polresta Bandung.

“Kedua desa ini ada di wilayah otonom Kabupaten Bandung, namun secara teritorial terpisah wilayah hukumnya. Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-74 ini, mudah-mudahan salah satunya bisa menjadi juara,” ucap Bupati Bandung Dadang M. Naser di sela-sela peninjauannya ke Lembur Tohaga Lodaya Sabilulungan Melawan Covid-19 di RW 19 Desa Margaasih, Selasa (7/7/2020).

Adapun salah satu kriteria penilaian lomba ini, tutur bupati, esensi ketangguhan itu sendiri bukan hanya pada saat Covid-19 mewabah saja, namun juga tangguh di bidang pangan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pemberdayaan masyarakat, kepedulian sosial, dan aspek-aspek lainnya.

Untuk Desa Margaasih, lanjutnya, ketangguhan tampak dari kekompakan warga RW 19 yang telah tumbuh sejak lama. Pada tahun 2001 warga secara sabilulungan membangun sumur artesis.

Selain itu, Lembur Tohaga sudah memiliki bank sampah yang dikelola pengurus RT, di mana hasil penjualannya digunakan untuk membayar listrik penerangan jalan. Warga juga sudah mengembangkan apotek hidup dan menanam lele sebagai simbol ketahanan pangan.

Saat corona mewabah, beber Dadang Naser, banyak kegiatan yang diinisiasi warga. Antara lain, melakukan lock down untuk mencegah penyebaran virus, membentuk dapur shodaqoh, menyiapkan rumah karantina bila ada warga yang terpapar dan juga tempat pemulasaraan jenazah dengan standar penanganan pasien Covid-19.

“Ini peran Ketua RW 19 Pak Nandang Supriatna, sebagai pensiunan LIPI, pengalamannya dibaktikan untuk memberdayakan dan mendapat dukungan warga sehingga kesiapsiagaan warga dalam menghadapi berbagai kondisi sungguh luar biasa. Ini bisa menjadi motivasi juga bagi desa lainnya di Kabupaten Bandung," puji Kang DN panggilan akrab Bupati Bandung.

Situasi yang tengah dihadapi saat ini, menurut Kang DN akan sangat lama. Status kewaspadaan Covid-19 Kabupaten Bandung yang sempat berada di zona biru, secara dinamis menjadi kuning.

“Virus corona tidak akan hilang selama manusia hidup. Misalkan saat ini vaksin ditemukan, baru bisa digunakan pada manusia satu atau dua tahun mendatang. Status kita menjadi kuning lagi, karena memang ada tambahan pasien warga kita, yang terpapar di luar daerah. Jangan memikirkan status lah, yang penting jaga terus kewaspadaan kita, jangan sampai lengah,” imbuh Kang DN.

Kewaspadaan, ucap Kang DN, harus dijaga melalui kedisiplinan. Antara lain bermasker saat keluar rumah, rajin cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak saat berinteraksi sosial. “Saat ini kita menjalani AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru). Namun jangan terjebak euforia, apalagi sampai memadati tempat-tempat wisata atau berkerumun tanpa menghiraukan protokol kesehatan. Jaga kesehatan, jaga imun, kuatkan iman, Insya Allah aman, Amiiin,” pungkas Kang DN. (sur)