Sudah 20 Tahun Rusak, Rutilahu Milik Nenek Anih Akhirnya Diperbaiki

Sudah 20 Tahun Rusak, Rutilahu Milik Nenek Anih Akhirnya Diperbaiki
istimewa

INILAH, Sukaraja - Yon Armed 10 / Roket Brajamusti Kostrad bersama dengan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Pemdes Pasir Jambu dan Komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) Bogor merehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Anih (78 tahun) di Kampung Kebon Rumput.

 

"Bersama DPKPP Kabupaten Bogor, Pemdea Pasir Jambu dan Komunitas MBI Bogor serta dalam rangka ulang tahun Yon Armed ke 58 tahun, kami pun merehabilitasi Rutilahu milik Ibu Anih yang sudah puluhan tahun rusak," ujar Komandan Yon Armed 10 / Roket Brajamusti Kostrad Mayor Armed Danny Arianto Pardamean Girsang kepada wartawan, Sabtu (11/7).

 

Ia menerangkan kondisi awal Rutilahu adalah bangunannya  semi permanen, berlantaikan semen, toilet, dapur dan kamar tidur yang kurang layak. Sementara atap rumah dalam kondisi lapuk dan kerap bocor ketika hujan.

 

"Awalnya bangunan Rutilahu seluas 40 meter ini selain dinding semi permanen dengan bilik, juga tidak ada sekat kamar, lantai semen hingga dapur serta toilet yang kurang layak. Setelah 14 hari kerja, bangunan yang awalnya Rutilahu kini sudah dalam kondisi layak huni," terangnya.

 

Anih yang merupakan ibu dari 6 orang anak dan 9 orang cucu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut merehabilitasi rumahnya, ia mengaku rumahnya sudah mulai rusak sejak 20 tahun lalu.

 

"Rumah yang saya tempati bersama 2 orang anak dan keluarganya ini sudah 20 tahun rusak dan baru tahun ini masuk program rehabilitasi Rutilahu, kami memgucapkan banyak terima kasih atas semua bantuannya," singkat Anih.

 

Suparno selaku Kasi Pengendalian Perumahan DPKPP Kabupaten Bogor menjelaskan rehabilitasi Rutilahu milik ibu Rencana Anggaran Bangunnya (RAB) Rp 44 juta, namun pihaknya hanya mensupport dana sebesar Rp 15 juta.

 

"Pembiayaan rehabilitasi Rutilahu besarnya Rp 44 juta, kami hanya mengcover Rp 15 juta dan sisanya merupakan swadaya dari Komunitas MBI Bogor, Pemdes Pasir Jambu dan Yon Armed 10 / Roket Bradjamusti Kostrad. Kami juga bersyukur adanya bantuan dari instansi lain dan juga masyarakat karena kalau hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor hasilnya kurang maksimal seperti hari ini," jelas Suparno. (Reza Zurifwan)