Bupati Cirebon: Enak Saja Saya Disetir Wabup!

Bupati Cirebon: Enak Saja Saya Disetir Wabup!
Bupati Cirebon Imron Rosyadi. (Maman Suharman)

INILAH, Cirebon - Makin panas saja, kursi Wakil Bupati (Wabup) Cirebon. Nama Ayu Tjiptaningsih yang juga istri mantan Bupati Cirebon Sunjaya, semakin pede. 

Namun disisi lain, nama Cunadi yang juga bekas sopir pribadi Ayu juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Masalahnya, justru Cunadi sebetulnya orang yang direkomendasikan oleh Bupati Cirebon, Imron.

"Ya benar, Cunadi adalah rekomendasi saya. Kalau bu Ayu itu rekomendasi DPP," kata Imron, Sabtu kemarin.

Imron menjelaskan, terkait masalah rekomendasi, memang saat itu ada 19 nama yang masuk. Namun DPP memutuskan, Ayu mendapatkan rekom. Setelah itu, ada permintaan dari DPP, supaya dirinya sebagai ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, mencari pendamping Ayu. Lalu, diputuskanlah nama Cunadi yang diajukan ke DPP.

"Rekomnya itu ada dua orang yang sudah di acc DPP. Bu Ayu dan Cunadi. Nanti akan diajukan ke DPRD. Kalau sudah di dewan, itu urusan mereka. Mau pilih siapa saja, silahkan saja," terang Imron.

Terkait dengan image masyarakat bahwa Ayu adalah istri mantan bupati yang tersandung masalah koruptor, menurutnya tidak masalah. Alasannya, yang koruptor adalah Sunjaya, dan bukan istrinya. Imron juga kembali menegaskan, dirinya tidak bisa dikendalikan Ayu, kalau dia terpilih menjadi Wabup.

"Kalau Ayu jadi Wabup, Ayu tidak bisa mengendalikan saya. Saya ini bupati dan punya kewenangan penuh di Pemkab Cirebon. Kalau wakil itu terbatas kewenangannya, semua kendali ada di saya. Enak saja dia nanti nyetir saya," ungkap Imron.

Sedangkan isu masih adanya campur tangan mantan Bupati Cirebon Sunjaya dari Lapas Sukamiskin, yang mengatur dirinya, kembali Imron menampik. Imron beralasan, sampai saat ini tidak ada campur tangan Sunjaya yang menekan kinerjanya. Kaitan kenapa Ayu direkomendasi menjadi Wabup, Imron mempersilahkan menanyakan langsung ke DPP-PDIP.

"Semenjak jadi Bupati, saya tidak pernah mau diatur siapapun, termasuk diatur mantan Bupati Sunjaya. Kalau masalah istri Sunjaya dapat rekom wabup, silahkan tanya ke DPP. Kami hanya menuruti perintah partai saja.  Siapapun yang dapat rekom, kami hanya memberikan dukungan saja," papar Imron.

Ironisnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PDIP, Rudiana, memberikan keterangan berbeda. Justru kata dia, selama ini dirinya belum melihat secara fisik bentuk rekom Wabup dari DPP. Apalagi, mengetahui siapa saja nama-nama yang sudah mendapatkan rekom. 

"Saya belum tahu bentuk fisiknya apalagi nama nama yang direkom. Kalau nama Ayu dan Cunadi, memang saya denger karena sudah menjadi konsumsi publik," ujarnya, Minggu (12/7/2020) lewat telepon seluler.

Namun Rudiana membenarkan pernyataan Imron, yang berkaitan ada tekanan mantan bupati Sunjaya. Menurutnya, selama ini tidak ada tekanan atau campur tangan sunjaya ke DPC-PDIP. Kalaupun Ayu memang mendapatkan rekom wabup, itu adalah kewenangan DPP. Pihaknya tidak ikut campur karena bukan kewenangan DPC PDIP Kabupaten Cirebon.

"Intinya bupati Imron tidak ditekan siapapun apalagi Sunjaya. Masalah Ayu mungkin dapat rekom, itu kami no coment. Apapun keputusan partai, kami harus mendukung," tukasnya. (maman suharman)