FAGI Jabar Waspadai Kekosongan Kursi PPDB 2020

FAGI Jabar Waspadai Kekosongan Kursi PPDB 2020
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jabar memohon kepada satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Jabar dan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar pantau kekosongan kursi pada sekolah-sekolah pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) online 2020 di Jabar.

Ketua FAGI Jabar Iwan Hermawan menjelaskan, berdasarkan pemantaun FAGI beberapa SMA di Jabar terjadi kekosongan kursi pada beberapa kuota yang direncanakan sebelumnya karena tidak terpenuhi pendaftar. Beberapa SMAN favoritpun mengalami kekosongan pada kuota siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) dan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Semisal, SMAN yang difavoritkan di Bandung yang tercatat dalam PPDB online hanya terpenuhi 335 siswa dari kuota yang direncanakan 350 sisiwa. Sedangkan, kuota maksimal di peratura gubernur (Pergub) sebanyak 360 siswa dalam 10 rombongan kelas (rombel).

"FAGI mewaspadai kekosongan ini akan dimanfaatkan oknum tertentu bailk dari luar sekolah maupun dalam sekolah untuk dikomersilkan. Karena berdasakan pengalaman tahun-tahun yang lalu mendapatkan indikasi pungutan dari peserta didik offline tersebut. Karena setelah dipantau ternyata di sekolah-sekolah tersebut jumlah sisiwanya genap menjadi 36 siswa pe rombel yang sebelumnya 32 atau 34 siswa per rombel," papar Iwan, Minggu (12/7/2020).

FAGI mengimbau, jika menemukan adanya komersoialisasi baik oleh oknum luar atau lingkungan sekolah mohon segera laporkan ke saber Pungli Jabar melalui Siberli via www.siberli.jabarprov.go.id. ke Call Center (022) 422-4856, e-mail via saberpunglijabar@gmail.com, SMS/WA 082117323561, lewat Facebook di Pungli Jabar, serta akun Instagram @saberpunglijabar. (Okky Adiana)