Polres Cimahi Temukan Ladang Ganja Terpisah-pisah Seluas 1 Hektare

Polres Cimahi Temukan Ladang Ganja Terpisah-pisah Seluas 1 Hektare
ilustrasi/net

INILAH, Bandung - Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi mengungkap keberadaan 1 hektar ladang ganja di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (12//7/2020). Dalam setahun, ladang tersebut menghasilkan 40 kilogram ganja kering.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari ditangkapnya dua pengedar ganja di wilayah hukumnya. Saat itu, aparat polisi menyita 3 kilogram ganja siap edar dari tangan pelaku.

Kemudian, polisi pun melakukan pengembangan terhadap kedua pelaku tersebut. Hasilnya, polisi mendapatkan petunjuk tekait keberadaan sebuah ladang ganja di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

"Dari dua orang itu dilakukan pengembangan kembali, kasat narkoba berhasil sampai ke daerah sini, saat ini yang kita tempati ini disini adalah tempat ladang ganja kurang lebih satu hektar," ucap Yoris di lokasi ladang ganja.

Pada saat dilakukan penggerebekan, seorang pria berinisial Yn (40) yang sedang tertidur di gubuk dekat ladang ganja terperanjat saat polisi datang. Dia kemudian diminta menunjukan lokasi kebun ganja yang ditanam.

Dibantu anggota lainnya, polisi menyisir lereng perbukitan. Penyisiran dilakukan kurang lebih tiga jam. Pasalnya, pelaku menanam pohon ganjanya secara terpisah untuk mengelabui. Namun, polisi berhasil mendapatkan ada 32 tanaman ganja muda.

"Ladang ganja ini menananmnya secara terpisah, dipisah-dipisah seperti ini, di areal seluas satu hektare," ujar Yoris.

Yoris menyebutkan, dari ladang seluas 1 hektar tersebut, pelaku dapat memanen ganja hingga 40 kilogram sekali panen. Dalam setahun, total ladang ganja tersebut dipanen sebanyak tiga kali.

"Ini sudah berjalan selama satu tahun, setiap tiga bulan sekali dilakukan panen. sekali panen sekitar 40 kg ganja kering keluar dari sini, sebanyak kurang lebih 1000-2000 batang tanaman ganja. 1 kilo sekitar 6 juta, berarti sekitar 240 juta yah," ungkap Yoris.

Yoris menambahkan, dirinya telah mengintruksikan kepada seluruh anggotanya untuk terus melakukan penyisiran. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan masih terdapat pohon-pohon ganja yang disembunyikan para pelaku.

"Saat ini tempat ini akan dilakukan police line, saya merintahkan jajaran polsek maupun anggota narkoba sabhara setelah ini melakukan pencarian kembali, karena lahan ini sangat luas, oleh karenanya kita tidak inginkan masyarakat menemukan ganja liar di sini," tandas Yoris.

Ditemui di tempat yang sama, pelaku YN mengaku telah menjalani bisnis haramnya tersebut kurang lebih selama satu tahun. Dia menyebutkan, telah melakukan panen ganja sebanyak 4 kali.

"Sudah setahun. sudah empat kali panen dan sekali panen bisa 40 kilogram daun ganja," pungkas YN singkat.

Perlu diketahui, total dari pengungkapan ini Polisi berhasil mengamankan lima orang tersangka. Diantaranya, M, C, A, D sebagai pengedar dan YN sebagai penanam.

Kelima tersangka pun akan diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2, dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara. (Ridwan Abdul Malik)