Polres Cimahi Bongkar Ladang Ganja di Lembang

Polres Cimahi Bongkar Ladang Ganja di Lembang
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Ngamprah - Sat Res Narkoba Polres Cimahi temukan lahan ganja seluas satu hektare di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sedikitnya 40 kilogram ganja bisa dipetik para pelaku setiap kali panen. 

Penemuan lahan ganja yang berlokasi di perkebunan kina tersebut tepatnya berada di perbatasan Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung dengan Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, KBB. 

Ini merupakan hasil pengembangan Sat Narkoba yang sebelumnya yang menangkap empat orang pengedar ganja dan seorang penggarap lahan ganja yang berada di enam titik tersebut. 

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana mengatakan, penemuan lahan ganja ini merupakan pengembangan dari pengungkapam sebelumnya. Dari hasil penyelidikan ladang ganja ini sudah beroperasi selama setahun. 

"Ada sekitar 1000 hingga 2000 tumbuh di laham kina milik PTPN VIII ini. Tingginya mencapai satu meter dan tersebar di enam titik," katanya di lokasi penemuan, Minggu (12/7/2020). 

Ia mengungkapkan, dari hasil penyelidikan ladang ganja ini sudah beroperasi selama satu tahun. Dalam per tiga bulan ladang ganja ini sudah bisa dipanen, dengan total berat mencapai 40 kilogram.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Cimahi AKP Andri Alam mengatakan, pihaknya sempat mengalami kesulitan mengungkap keberadaan ladang ganja tersebut. Pasalnya, empat orang yang tertangkap tidak kooperatif kepada petugas.

"Sekitar seminggu kita berada di hutan ini, karena tersangka tidak kooperatif. Bahkan sebelum ditangkap para tersangka sempat memanennya," ujarnya.

Agar ladang ganja ini tidak diketahui, para pelaku menanamnya dengan cara disamarkan dengan tanaman lain dan ditanam di atas polybag. 

Sejauh ini, kata dia, dari pengakuan para tersangka ganja tersebut diedarkan di wilayah Bandung Raya. Namun demikian, pihaknya akan terus mendalami pengungkapan kasus tersebut dan akan terus mengembangkannya.

Saat ini, kelimanya sudah ditahan dan dikenakan Pasal 114 ayat 2 dan 111 ayat 2 dengan ancaman hukuman 15 sampai 20 tahun penjara. (Ahmad Sayuti)