Pengamat: Oligarki Kekuasaan di Kabupaten Bandung Mengabaikan Etika dan Kepatutan

Pengamat: Oligarki Kekuasaan di Kabupaten Bandung Mengabaikan Etika dan Kepatutan

INILAH, Bandung - Perkumpulan Inisiatif Bandung (PIB) menilai oligarki politik yang terjadi di Kabupaten Bandung sah secara regulasi. Namun, peneliti bidang anggaran PIB Aang Kusmawan mengatakan, tindakan transformasi kekuasaan dari Bupati Bandung Dadang M Naser kepada istrinya Kurnia Agustina Naser itu mengabaikan etika dan kepatutan. 

Menurutnya, mobilisasi anggaran untuk mempertahankan kekuasaan sangat mudah dilakukan  dengan dengan bantuan sekutu birokrasi. Aang mengatakan, oligarki kekuasaan tidak akan berjalan mulus tanpa bersekutu dengan birokrasi. Apalagi, birokrasi memiliki sifat bergantung pada jabatan dan golongan. Sehingga untuk mencapai jabatan tertentu, birokrasi rela membantu sekutunya mencapai tujuan politik.

"Walaupun birokrasi itu ASN, pada praktiknya tetap saja bisa 'dimainkan'. Nah begitu juga dengan penggunaan anggaran untuk kepentingan politik oligarki, sangat mudah dan legal walaupun tidak wajar. Contohnya, dalam suatu kegiataan yang dibiayai APBD dihadiri oleh salah satu bakal calon yang punya embel-embel jabatan dalam acara tersebut. Tidak mungkin kepala dinasnya enggak tahu kan dia yang neken anggarannya juga dan masih banyak contoh lainnya," kata Aang, saat dihubungi Minggu (12/7/2020). 

Sehingga, lanjut Aang, oligarki kekuasaan tidak bisa berjalan tanpa adanya bantuan atau dukungan dari birokrasi. Apalagi, Kabupaten Bandung telah dikuasai sekitar 20 tahun, dimana semua sumber daya dapat dengan mudah digunakan untuk memenangkan kontestasi Pilkada 2020.

"Itu adalah gambaran kecil dari gagahnya dan kuatnya suatu oligarki. Mereka bisa menggunakan semua sumber daya untuk mengamankan kepentingan politiknya," ujarnya.

Aang melanjutkan, sampai sejauh ini di Kabupaten Bandung belum terlihat ada bakal calon alternatif yang bisa menandingi oligarki. Ini terjadi bukan karena di Kabupaten Bandung kekurangan orang atau  minim tokoh yang punya integritas. Namun lebih karena perimbangan yang berat jika harus berhadapan melawan calon bupati yang memiliki semua sumber daya.

"Di Kabupaten Bandung itu banyak tokoh yang punya integritas dan jujur. Tapi mungkin perhitungan politiknya tidak memungkinkan kalau harus melawan petahana. Sekarang ini memang saatnya muncul calon bupati alternatif yang berani melawan dan menghentikan oligarki di Kabupaten Bandung," katanya.

Aang mengimbau masyarakat dapat lebih cerdas dalam menentukan pilihan politiknya. Karena jangan sampai terus menerus terjebak dalam oligarki kekuasan dari segelintir orang saja.

Seperti diketahui, istri Bupati Bandung Dadang M Naser yang juga putri dari mantan Bupati Bandung Obar Sobarna yakni Kurnia Agustina Naser itu turut serta dalam konvensi bakal calon Bupati Bandung dari Partai Golkar. (Dani R Nugraha)