Nilai SAKIP Meningkat, Pemkab Bandung Termotivasi Tingkatkan Kinerja

Nilai SAKIP Meningkat, Pemkab Bandung Termotivasi Tingkatkan Kinerja
INILAH,Bandung- Pemkab Bandung berhasil meningkatkan raihan penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari B pada 2017 menjadi BB untuk tahun 2018. 
 
Laporan Hasil Evaluasi SAKIP tersebut secara resmi diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara  Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB)  Syafruddin, kepada Bupati Bandung  Dadang M. Naser, di Ballroom Trans Luxury Hotel Bandung, Senin (28/1).
 
Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian PAN-RB, Pemkab Bandung memperoleh nilai 70,15 atau predikat BB. 
 
Penilaian tersebut menunjukkan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran dibandingkan dengan capaian kinerjanya. Lalu kualitas pembangunan budaya kinerja birokrasi dan penyelenggaraan pemerintah yang berorientasi hasil pada Pemkab Bandung menunjukan hasil yang sangat baik.
 
Kenaikan nilai SAKIP tersebut, menurut Dadang, Dadang, tidak terlepas dari kerja keras, kekompakan dan sinergitas seluruh Perangkat Daerah (PD) dalam mengimplementasikan SAKIP.  
 
 “Saya apresiasi, karena dengan kenaikan nilai ini, menunjukkan adanya peningkatan kinerja seluruh perangkat. Ini merupakan  prestasi kerja, dan saya rasa dengan prestasi ini akan memotivasi dan berimbas pada semangat kerja seluruh perangkat daerah semakin tinggi,” kata Dadang.
 
Dadang menjelaskan bahwa pada  2018 lalu, pihaknya memang menargetkan untuk mendapatkan nilai BB.  Harapan untuk mendapatkan nilai A pun memang ada, namun dengan raihan BB ini tetap disyukuri.
 
Pihaknya akan tetap berupaya mengatur upaya strategis untuk terus  mengevaluasi dan meningkatkan kinerja aparaturnya agar bisa mencapai nilai A pada 2019 mendatang. 
 
“Bukan sekedar mengejar tingginya nilai, namun peningkatan nilai dari tahun ke tahun akan membuktikan kinerja instansi pemerintahan dalam menuangkan program dan arah keuangannya sudah akurat. Terpenting, program-program terencana ini harus bermanfaat untuk masyarakat," ujarnya.
 
Dadang tetap mengingatkan, dalam merencanakan dan melaksanakan program kegiatannya, perangkat daerah harus tetap mengacu pada visi dan misi pemerintah daerah yang sudah tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Bandung.
 
 “Program kegiatan harus terencana, terukur, tepat sasaran, efektif dan efesien dalam penggunaan anggarannya serta  mengarah pada IKU (Indikator Kerja Utama) yang sudah ditentukan. Jika semua indikator terpenuhi, bisa saja peluang untuk meraih nilai A di tahun depan semakain terbuka,"ujarnya.
 
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekda) Kabupaten Bandung, Teddy Kusdiana, menambahkan, pihaknya berupaya  keras bisa mencapai target nilai A di tahun depan. 
 
Kata dia, untuk mencapai nilai A, Kementerian PAN-RB RI telah menambah kriteria-kriteria lain. Pemerintah daerah terus didorong supaya bisa meningkatkan kinerjanya, menjalankan akuntabilitas keuangannya supaya akurat dengan programnya.
 
“Kita akan evaluasi lagi program-program yang tidak menukik pada indikator kinerjanya, semuanya harus tepat sasaran. Kami akan berupaya mencapai target dan harapan pa bupati agar bisa mendapatkan nilai A di tahun depan,” ujarnya.