Via Virtual, MPLS, di SMAN 15 Berjalan Lancar

Via Virtual, MPLS, di SMAN 15 Berjalan Lancar
istimewa

INILAH, Bandung - Seluruh jenjang sekolah SMP, SMA dan SMK di Jawa Barat (Jabar) melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 13-15 Juli 2020.

 

Salah satunya SMAN 15 Bandung yang diikuti oleh peserta didik baru sebanyak 385 siswa, dengan materi-materi yang sudah dibuat.


MPLS dikenal sebagai masa orientasi siswa atau masa orientasi peserta didik baru. Ini merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru.

MPLS dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan. MPLS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan lainnya di sekolah itu. Tak terkecuali pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Pada kebanyakan sekolah, biasanya MPLS sepenuhnya dilaksanakan oleh kelompok siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intrasekolah (OSIS) dengan guru sebagai pihak pengawas, asisten dan pemantau kegiatan selama MPLS berlangsung. Di sekolah tertentu, terkadang MPLS hanya dilaksanakan oleh pihak guru dan kepala sekolah saja, baik dengan atau tanpa bantuan keterlibatan kelompok OSIS.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, MPLS di seluruh sekolah dilaksanakan secara virtual atau tidak bertatap muka secara langsung, sebab, untuk mencegah pandemik Covid-19. Hal itu pula dilakukan oleh SMAN 15 Bandung.

"Ini kegiatan MPLS setiap tahun, cuma tahun ini kita menghadapi pademik covid dilakukan secara virtual, namun tidak mengurangi arti dari MPLS sendiri, karena sudah disusun sedemikian rupa, sehingga acara ini roh nya dapat," ujar Ketua Panitia MPLS SMAN 15 Bandung, Marliana Cik Aman, Senin (13/7/2020).

Dia mengatakan pada hari pertama, pihak sekolah menyampaikan materi-materi yang menarik dan tidak monoton. Misalnya melalui gerakan-gerakan, sehingga anak-anak lebih mengerti dan paham. Di hari kedua adalah, tentang kepolisian tertib berlalu lintas dan lainnya. Hari ketiga, dari kejaksaan tentang takakrama undang-undang tentang perlindungan anak dan hari terakhir atau kamis, tentang kesehatan Puskemas ini tentang reporduksi.

"Intinya materi yang disampaikan tentang ramah anak, kejaksaan, dari kurikulum kita, dari sarana, kesiswaan, dari Humas menyampaikan apa saja, sehingga walaupun mereka berada di rumah tergambarkan ekstrakurikuler (ekskul) nya apa saja. Terus sarana prasarana apa saja, kegiatan belajar mengajar (KBM) ini apa saja, itu akan disampaikan oleh kepala sekolah masing-masing bidangnya," imbuh Marliana.

Menurut Marliana lebih efektif kalau bertatap muka langsung, sebab siswa bisa mengenal cara baris-berbaris, sigap, waktu, cara makannya berapa menit, kemudian salat dibimbing oleh kakak kelasnya dan lain sebagainnya. Meski begitu, mudah-mudahan siswa lebih mengerti dan efektif meskipun virtual.

"Sebelumnya kan ada pra MPLS di hari Sabtu dan mudah-mudahan ini efektif, harus berseragam seperti biasanya.
Jadi memang secara tatap muka berbeda sekali, tapi mudah-mudahan intinya sudah kita kemas sedemikian rupa, mudah-mudahan anak-anak itu mengertilah tentang apa yang ada di sekolah kita," paparnya.

Dia berharap semoga MPLS 2020 ini berjalan lancar dan sesuai dengan harapan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis). Selain itu, anak-anak dapat mencerna dengan baik.

Kepala SMAN 15 Bandung Hatta menambahkan kegiatan virtual ini jangan sampai mengurangi makna dari MPLS 2020 ini secara baik dan benar.

"MPLS ini wajib kita laksanakan. Artinya jadwalnya sesuai yaitu hari Senin sampai Kamis. Lalu tiap hari jam 7 sampai dengan jam 12 siang. Kapan daringnya, kapan luringnya juga kita sudah menyesuaikan dengan dan ketetapan dan ketentuan dari Disdik Jabar," ujar Hatta.

Dia berharap MPLS 2020 SMAN 15 Bandung itu dapat mencapai targetnya, baik guru dan seluruh staf nya bisa mengenal siswa, sementara siswa kenal dengan gurunya.(Okky Adiana)