Kuasa Hukum Pejabat Bogor Tersangka Korupsi Mundur, Ada Apa Nih?

Kuasa Hukum Pejabat Bogor Tersangka Korupsi Mundur, Ada Apa Nih?

INILAH, Bogor – Kuasa hukum tersangka Irianto, Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP), tersangka kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) atau suap izin Pengesahan Dokumen Rencana Teknis (PDRT) mengundurkan diri.

Aripudin selaku pemilik kantor hukum A.R.D and Partner mengatakan alasan pihaknya mengundurkan diri sebagai kuasa hukum tersangka Irianto karena ada hal yang bertentangan dengan hati yaitu adanya pihak lain di luar kuasa hukum yang melampaui tugas dan fungsi kuasa hukum.

"Selain ada pihak lain yang ditunjuk pihak keluarga lalu melampaui tugas dan fungsi kami selaku kuasa hukum, kami juga tidak ada kesepakatan yang jelas mengenai cara penanganan perkara. Maka guna menghindari kerugian bagi pihak tersangka maupun kami, hari ini kami mengundurkan diri srbagai kuasa hukum," kata Aripudin kepada wartawan, Senin (13/7).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pusat Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Kabupaten Bogor ini menerangkan dengan pengunduran diri maka pihaknya secara otomatis menarik surat permohonan tahanan kota tersangka I ke pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

"Dengan surat pengunduran diri kami tidak lagi mengupayakan penahanan,  kota tersangka I, kami cukup menyayangkan adanya pihak lain yang mengklaim membantu tersangja I, padahal sebelumnya berkat upaya kami lah ia bisa menjadi tahanan kota atau rumah," terangnya.

Aripudin menuturkan bahwa pihaknya hungga saat ini merupakan kuasa hukum ke 3 tersangka I, dimana sebelumnya pejabat teras Kabupaten Bogor tersebut pernah didampingi dua kantor hukum lainnya.

"Kami adalah kuasa hukum ke 3 tersangka I yang ditunjuk pada Rabu (25/3) lalu dan setelah dijemput paksa Sat Reskrim Polres Bogor dari rumahnya di Kecamatan Ciomas, maka berkas kasus Tipikor ini dinyatakan lengkap (P - 21) pada Rabu (1/7) kemarin. Dengan mengundurkan dirinya kami maka kasus yang sebentar lagi bersidang di Pengadilan Tipikor Bandung ini bukan lagi tanggung jawab kami," tutur Aripudin. (reza zurifwan)