Yogya Junction Ditutup, Ratusan Karyawan Jalani Swab Test

Yogya Junction Ditutup, Ratusan Karyawan Jalani Swab Test
Foto: Rizki Mauludi

NILAH, Bogor -  Ratusan karyawan Yogya Junction mengikuti swab tes massal di lantai atas Yogya Junction, Kecamatan Bogor Tengah pada Senin (13/7/2020) siang. Hal tersebut dilakukan karena seorang Sales Promotion Girl (SPG) salah satu produk fashion anak yang dijual di swalayan Yogya Junction dinyatakan positif Covid-19.

Regional Manager Yogya Bogor Jakarta Endang Yudi menyatakan pihaknya melakukan Rapid Test pada Kamis (9/7/2020) lalu. Dari 155 orang yang mengikuti, satu orang reaktif. Setelah diketahui satu orang ini reaktif, pihaknya mengkoordinasikan langsung dengan RSUD Kota Bogor untuk disertakan dalam swab tes.

"Nah dari swab test ini itu di peroleh lah informasi bahwa satu ini positif Covid-19. Jadi bukan karyawan Yogya. Mereka yang bersangkutan adalah SPG di salah satu merek produk fashion anak. Karena fashion ini juga baru buka setelah PSBB normal, nah sementara kalau di supermarket alhamdulillah sampai saat ini aman," ungkap Endang kepada wartawan.

Endang melanjutkan, mudah-mudahan SPG tersebut bukan tetpapar di Yogya Junction, karena dari 155 orang karyawan hanya satu orang reaktif. Mungkin terpaparnya bisa jadi diluar toko. Tetapi pihaknya tetap ikuti prosedur gugus tugas Covid-19, sehingga hari ini pukul 10.00 WIB dilakukan swab tes kerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor. 

"Terus kami juga ikuti protokol bahwa hari ini sampai tiga hari kedepan, sambil menunggu hasil swab tes tokonya sementara nonaktif dahulu. Nah, ini juga pasti ada konsekuensi, yah itulah konsekuensi kami terima juga," tambahnya.

Meski begitu, menurut Endang, saat toko tutup, pihaknya sibuk memindahkan barang sambil merapihkan barang yang ada. Total jumlah swabt test sekitar 200 karyawan, kedepan akan berkoordinasi dengan Dinkes dan Dinad Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor.

"Untuk SPG yang positif Covid-19, informasi yang saya dengar sekarang sudah di rumah sakit. Katanya dari RSUD Kota Bogor akan menjemput bersangkutan. SPG itu warga Kota Bogor berdomisili Kedung Halang wesel, Kecamatan Tanah Sareal. Informasi dari Dinkes, yang bersangkutan katanya setiap hari pulang kerjanya mengunakan angkutan umum, jadi saya tidak tau apakah terpaparnya di Lsitu apakah di sekitarnya saya tidak tau," tuturnya.

Endang juga memaparkan, pihaknya mencoba tracing internal, karena kalau dengan pihak eksternal manajemen Yogya Junction juga ada keterbatasan. Dari internal dahulu, siapa saja yang dua minggu terakhir berkomunikasi erat dengan SPG yang positif Covid-19 itu.

"Untuk pengumuman kami saat ini berkisar 2.500 orang hingga 3.000 orang saja perhari. Apabila normal diatas 6.000 orang perhari," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta, agar dilakukan swab tes massal sebanyak-banyaknya di swalayan Yogya Junction itu.

"Saya perintahkan swab semaksimal mungkin di Yogja junction hari ini. Malam kemarin diumumkan yogja ditutup sampai keluar hasil swab untuk di ambil kebijakan lebih lanjut," tegasnya.