Galang Donasi Kemanusiaan, Kanwil DJP Jabar I Serahkan Bantuan ke Dua Yayasan

Galang Donasi Kemanusiaan, Kanwil DJP Jabar I Serahkan Bantuan ke Dua Yayasan
istimewa

INILAH, Bandung - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jabar I menggalang donasi dari para pegawai. Seluruh donasi yang terkumpul itu diserahkan kepada Yayasan Pendidikan Lara Adam Mulia (SLB ABCD Caringin) dan Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu Bandung. 

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Neilmaldrin Noor mengatakan, penggalangan dana tersebut merupakan wujud kepedulian Kanwil DJP Jabar I terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.  

“Selain itu, kegiatan DJP Peduli ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Pajak tahun 2020 yang jatuh pada tanggal 14 Juli,” kata Neil, Senin (13/7/2020).

Dia menjelaskan, pemberian donasi dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Selain itu, sesuai dengan tema Hari Pajak 2020 "Bangkit Bersama Pajak dengan Semangat Gotong Royong” diharapkan kegiatan sosial yang dilaksanakan insan pajak ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dan akan bangkit bersama-sama menghadapi kondisi saat ini. 

“Kami mengajak untuk bersama-sama bangkit, bergotong-royong, saling membantu dan sebagainya. Bagi kami, bukankah akan lebih menyenangkan hati ketika kita semua bisa bersilaturahmi dan berbagi. Semoga donasi yang diberikan dapat bermanfaat,” ucapnya. 

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Lara Adam Mulia, Tatang menyampaikan terima kasih atas donasi yang diberikan Kanwil DJP Jawa Barat I. Menurutnya, sejak kedatangan orang pajak, yayasannya yang berada Babakan Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung itu kini semakin banyak diketahui masyarakat.

"Terima kasih atas kedatangan orang pajak yang membawa keberkahan. Terima kasih atas kepedulian orang pajak pada anak-anak difabel dan dhuafa di SLB ABCD Caringin ini. Sejak orang pajak datang dan donasi para donatur lainya, sekarang SLB kami sudah ditingkatkan menjadi 3 lantai. Kami gunakan untuk asrama anak-anak tuna netra,” kata Tatang.

Hal senada diungkap pemilik Yayasan Rumah Pejuang Kanker Dewi Nurjannah. Ibu berusia 48 tahun ini mengaku berbahagia mendapat kunjungan Kanwil DJP Jabar I.  

“Saya sudah mendirikan yayasan ini sekitar 9 tahun lalu. Baru kali ini ada kunjungan dari instansi pemerintah. Semoga Bapak dan Saudara-saudara sekalian dalam keadaan sehat, diberkahi, dan ditambahkan rizkinya oleh Allah SWT. Aamiin,” kata Dewi. 

Wanita yang akrab disapa Ambu tersebut, juga mengungkapkan awal mula dia membuka yayasan khusus penderita kanker tersebut.

"Ambu dulu kekurangan materi sama sekali. Alhamdulillah diberikan kesempatan selama 2,5 tahun. Selama 2,5 tahun itu Ambu tak pernah pulang. Kehidupan sehari-hari berjalan hanya sekitar kontrakan dan rumah sakit. Setelah masa perjuangan itu, akhirnya Allah memberikan takdir terbaik kepada anak Ambu. Retinoblastoma merenggut anak Ambu di usia 3,5 tahun," ucapnya. 

Pengalaman pedih itu membuatnya banyak belajar tentang makna kehidupan. Hari-hari yang dilaluinya di rumah sakit dan kontrakan membuatnya tersadar bahwa dia harus lebih banyak bersyukur. Baginya, syukur tak cukup diucapkan, namun harus diwujudkan dalam perbuatan. Berkaca dari pengalamannya, dia jadikan Rumah Pejuang Kanker Ambu sebagai representasi rasa syukur itu, agar semakin banyak masyarakat kurang beruntung yang terbantu. (Yogo Triastopo)