Bersumber dari APBD, Pemkab Bogor Bangun Pasar Hewan Jonggol Senilai Rp3 Miliar

Bersumber dari APBD, Pemkab Bogor Bangun Pasar Hewan Jonggol Senilai Rp3 Miliar
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Jonggol - Rencananya, Pemkab Bogor pada 2021 mendatang akan membangun Pasar Hewan Jonggol. Lokasinya berada di atas lahan seluas 2 hektare yang berada di Desa/Kecamatan Jonggol.

"Pasar Hewan Jonggol rencananya akan dibangun dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp3 Miliar," kata Kabid Keswan Kesmavet Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor Prihartini kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Dia menerangkan, Pasar Hewan Jonggol saat ini tempat tersebut baru terbangun sebagian. Untuk itu, pedagang hewan ternak memanfaatkan lahan milik swasta untuk bertransaksi.

"Kalau lahannya Pasar Jonggol yang akan dibangun itu belum lengkap, baru terbangun dua jembatan masuk dan keluar, kita berencana membangun semua fasilitasnya termasuk 'hotel' hewan ternak hingga layak digunakan untuk jual beli hewan ternak," terangnya.

Mendengar Pemkab Bogor hanya menganggarkan Rp3 miliar, Anggota DPRD Kabupaten Bogor asal daerah pemilihan (Dapil) I Beben Suhendar merasa kecewa.

"Saya akan minta Pemkab Bogor setidaknya menyiapkan biaya pembangunan Pasar Hewan Jonggol itu Rp6 miliar. Kalau Rp3 miliar itu kecil karena hewan ternak yang terjual pada hari pasar itu mencapai 1.000 ekor," ucap Beben.

Politisi Partai Gerindra ini pun menegaskan agar Pemkab Bogor tidak lagi mencoret anggaran ini karena masyarakat Kabupaten Bogor di wilayah timur sangat membutuhkan Pasar Hewan Jonggol.

"Ini kan pasar hewan terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat yang sudah direncanakan dibangun sejak 2012 lalu. Ssetelah sempat dipingpong ke Pemprov Jawa Barat, saya menegaskan agar anggaran biaya pembangunan Pasar Hewan Jonggol ini tidak tercoret lagi," tegasnya.
 
Selain dari APBD, Beben memberikan solusi agar Pemkab Bogor meminta bantuan keuangan dari Pemprov DKI Jakarta karena Bumi Tegar Beriman berperan dalam mencegah terjadinya bencana alam banjir di ibu kota negara tersebut.

"Tahun ini bantuan keuangan dari Pemprov DKI Jakarta kan hanya Rp7 miliar dan menurut saya pembiayaan pembangunan Pasar Hewan Jonggol ini bisa diusulkan karena kalau tidak, bisa saja truk sampah dari Jakarta ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang Bekasi akan kita cegat di Cileungsi sebagai bentuk keluhan kecilnya nilai bantuan keuangan. Kita harus punya nilai di mata Pemprov DKI Jakarta karena kita ada di daerah hulu dan bisa ikut mencegah atau mengendalikan bencana alam banjir," tukas Beben. (Reza Zurifwan)