Pedagang Sayur Ini Tertangkap Gegara Buang Sampah Sembarangan

Pedagang Sayur Ini Tertangkap  Gegara Buang Sampah Sembarangan
istimewa

INILAH, Bojonggede - Pedagang sayur berinisial S (59 tahun) warga DKI Jakarta namun berdomisili di Kecamatan Bojonggede terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) pembuang sampah liar di Jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Bojonggede dengan Kecamatan Cibinong.

Ia ditangkap oleh petugas Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor pada Selasa (14/7) subuh karena membuang sampah sebanyak 1 kantong plastik besar berwarna merah.

"S pria berusia 59 tahun ini kami OTT tadi subuh karena ingin membuang sampah sebanyak 1 kantong plastik besar di Jembatan Bojonggede atau lebih dikenal dengan Jembatan PDAM," kata Joko Widodo Kasie Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Bogor kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Sarjana Ekonomi alumni STIE Malangkucecwara ini menerangkan saat terkena OTT,  S menuturkan bahwa dirinya belum mengetahui adanya peraturan daerah (Perda) nomor 2 tahun 2014 tentang pengendalian sampah dan Perda nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum.

"Dia sih beralasan bahwa dirinya tidak mengetahui Perda nomor 2 tahun 2014 tentang pengendalian sampah dan Perda nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum, tetapi alibi itu kami sangsikan karena ditempat ia membuang sampah ada plang larangan membuang sampah sembarangan berikut peraturan dan ancaman sanksinya," terangnya.

Pria yang akrab disapa Jokowi ini menjelaskan selain S, ditempat yang sama  pria berinisial B (26 tahun) asal Pulau Sumatera dan juga berdomisili di Kecamatan Bojonggede juga terkena OTT pembuangan sampah sembarangan.

"Mereka beralasan biasanya buang sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Bojonggede, namun karena melihat di Jembatan PDAM banyak yang buang sampah jadi mereka ikutan buang disitu, setelah terkena OTT baru mereka menyesal," jelas Jokowi.

Ia menambahkan dua pria pembuang sampah sembarangan tersebut akan disidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong pada Kamis (16/7) lusa.

"Dengan berdasarkan Perda nomor 2 tahun 2014 tentang pengendalian sampah dan Perda nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum, maka mereka terancam sanksi denda maksimal sebesar Rp 50 juta atau kurungan penjara maksimal selama 3 bulan," tambahnya. 

Jokowi melanjutkan bahwa OTT pembuang sampah sembarangan ini yang pertama kali dilakukan saat masa pandemi wabah virus corona (covid 19), karena sebelumnya pasukan penegak perda ini fokus menerapkan Perda Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Pekan ini sebenarnya ada aduan juga dari Lurah Pabuaran, Cibinong dan meminta Satpol PP untuk melaksankanakan OTT pembuang sampah sembarang, namun karena keterbatasan personuil maka belum bisa kita laksanakan hari ini," lanjut Jokowi.(Reza Zurifwan)