Tahun Depan, DPUPR Kabupaten Cirebon Kebanjiran Proyek Bangunan Gedung

Tahun Depan, DPUPR Kabupaten Cirebon Kebanjiran Proyek Bangunan Gedung
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Cirebon tahun depan dipastikan akan kebanjiran proyek. Pasalnya, perubahan sususan organisasi dan tata kerja (SOTK) Kementerian PU mengisyaratkan proyek fisik bangunan dan gedung akan dilaksanakan di PUPR. 

Demikian dikatakan Sekdis DPUPR Kabupaten Cirebon, Iwan Rizki, Selasa (14/7/2020).

Iwan menjelaskan, saat ini perubahan beberapa SOTK termasuk PUPR sedang dalam proses pembahasan di DPRD Kabupaten Cirebon. Namun, sepertinya perubahan itu akan terealisasi pada awal tahun depan. Otomatis proyek-proyek fisik seperti bangunan sekolah, pembangunan puskesmas serta beberapa dinas lainnya akan dialihkankan ke PUPR. 

"Sedang dalam pembahasan di dewan. Tapi sepertinya sudah bisa di optimalkan awal tahun depan. Pokoknya semua OPD yang punya proyek bangunan dan gedung termasuk proyek SPAM di Cipta karya akan dialihkan ke PUPR," kata Iwan.

Terkait beberapa jabatan setingkat Kabid, menurut Iwan juga ikut berubah. Enam bidang yang saat ini ada di PUPR, kemungkinan tetap namun kemungkinan besar namanya dirumah. Hal itu disesuaikan dengan tufoski PUPR yang mengerjakan bangunan gedung. Dia mencontohkan, Bidang Irigasi dan Saluran Air akan menjadi Kabid Sumber Daya Air. 

"Mungkin bidang lainnya juga berubah. Nanti akan ada Kabid Binamarga, Kabid Cipta Karya, Kabid Tata Ruang, Kabid Jasa Kontruksi, serta Kabid Gedung Bangunan. Nanti yang hilang itu Kabid Bintek dan Pemeliharaan," ujarnya.

Namun menurutnya, pengisian jabatan kabid baru tersebut akan diatur BKPSDM Kabupaten Cirebon. Kemungkinan, akan ada mutasi atau bisa saja Kabid yang ada saat ini, diroling. Iwan mengaku tidak ambil pusing dengan proses pengisian tersebut, karena ada BKPSDM yang mengatur mekanismenya.

"Saya hanya fokus kerja saja. Tapi memang kami sepertinya kekurangan pegawai. Mungkin nanti BKPSDM yang mengatur semua mekanismenya.  Pokoknya kalau masalah ini sudah beres, pasti akan banyak perubahan di PUPR," tukas Iwan. (Maman Suharman)