Pembangunan Fly Over Jalan Jakarta Dilanjutkan, Polisi Siapkan Sejumlah Rekayasa Lalin

Pembangunan Fly Over Jalan Jakarta Dilanjutkan, Polisi Siapkan Sejumlah Rekayasa Lalin
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pembangunan fly over Jalan Jakarta yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 dipastikan dilanjutkan kembali. Rencananya, fly over tersebut akan menghubungkan Jalan Jakarta dan Jalan Laswi, Kota Bandung.

Namun, dalam proses pembangunannya dipastikan berdampak pada situasi lalu lintas di sekitar lokasi fly over. Oleh karena itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan.

Kasat Lantas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah rekayasa untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di sekitaran pembangunan fly over Jalan Jakarta. Pertama, pelebaran jalan sisi kiri dan kanan Fly over agar bisa dilalui kendaraan.

"Alternatifnya akan di buat ruang kanan kirinya, karena kan itu (pembangunan Fly Over) lumayan makan jalan, makannya sekarang lagi di upayakan kanan kiri itu lebarkan untuk bisa dilalui alternatif," ucap Bayu saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (14/7/2020).

Selain itu, lanjut Bayu, alternatif kedua adalah penutupan total ruas jalan jakarta. Kemudian, kendaraan yang datang dari arah antapani akan diarahkan ke kiaracondong dan ke jalur Cicadas. Kemungkinan kawasan Cicadas akan dijadikan dua jalur.

"Kalaupun kita mau merencana rekayasa itu, rekayasa dari arah Antapani itu langsung belok ke kanan ke cicadas," ujar Bayu.

"Bisa jadi dua jalur (cicadas) karena pembuangan pembuangan (kendaraan) itu udah nggak bisa lagi, salah satu pembuangan dia yang naik fly over cuma bisa masuk ke jalan Bogor, Bogor pun cuma satu kecil. Padahal kita ketahui sendiri bahwa yang turunan dari timur (Antapani) itu sangat padat, bahkan kita sering contraflow," sambungnya.

Lebih lanjut, Bayu mengimbau untuk masyarakat jika rekayasa tersebut diberlakukan nantinya. Masyarakat yang dari arah timur (Antapani) agar mengatur pola waktu saat hendak berpergian.

"Pola waktu perginya, perlu dipertimbangkan, karena pada saat kemarin kita jalan Jakarta ditutup aja polanya datang bersamaan semuanya jadi masalah (kemacetan panjang)," ungkap Bayu.

"Itu rencana rekayasa dan informasi kepada warga masyarakat terkait dengan pembangunan fly over di Jakarta dan Gatot Subroto," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)