Pelatih dan Pemain Keberatan, Ini Tanggapan Manajemen Persib Soal Potongan Gaji

Pelatih dan Pemain Keberatan, Ini Tanggapan Manajemen Persib Soal Potongan Gaji
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono belum mau mengomentari mengenai keluhan yang diungkapkan pelatih dan pemainnya mengenai potongan gaji. 

Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) terbaru bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020, PSSI menetapkan negosiasi gaji di kisaran 50% untuk Liga 1 dan 60% untuk Liga 2.

Disebutkan pula gaji tak boleh berada di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Aturan itu akan berlaku satu bulan sebelum kompetisi hingga selesai.

"No comment kalau itu. Silakan tanyakan ke mereka saja," kata Teddy saat dihubungi, Selasa (14/7/2020). 

Bahkan Teddy juga belum memiliki solusi tepat untuk mengatasi permasalahan yang dilontarkan pelatih dan beberapa pemainnya tersebut. 

"Kita masih berpatokan dari SK PSSI nomor 53," tegas Teddy. 

Sebelumnya, pelatih Robert Rene Alberts secara terang-terangan menunjukan keberatannya mengenai SK PSSI tersebut. Hal itu diungkapkannya dalam channel youtube pribadinya dengan judul 'Kenapa Kita Belum Memulai Latihan' yang diunggah pada Jumat (10/7/2020) lalu. 

Robert mengatakan seharusnya di masa persiapan ini, timnya mendapatkan gaji normal atau tanpa potongan sebesar 75% seperti yang terjadi pada saat tim diliburkan akibat pandemi virus Corona (Covid-19). 

"Seharusnya kita kembali dengan kontrak normal, karena pesan dari PSSI juga kontrak kembali normal dari tanggal 29 Juni. Jadi dari Juli ke depannya semua seharusnya sudah kembali seperti normal. Tapi saat kita kembali ke Bandung, PSSI mengirimkan surat baru lagi memaksa untuk gaji klub tetap 25% dari gaji normal untuk bulan Juli dan Agustus," kata Robert.

Menurutnya, PSSI menjadi satu-satunya federasi sepak bola yang membuat keputusan untuk menurunkan gaji secara drastis. Bahkan nilanya mencapai 75% meski di masa pandemi Covid-19.

"Jika kalian lihat negara lain, mereka tidak pernah setuju dengan memotong gaji hingga 75%, tapi itu adalah rekomendasi dari PSSI dan hasil final nya adalah selalu di antara klub dan pegawainya," bebernya. 

Robert merasa keputusan PSSI tidak adil. Terlebih induk organisasi sepak bola Indonesia itu hanya akan mengubah potongan gaji menjadi 50% tepat satu bulan sebelum Liga 1 2020 dilanjutkan. 

"Tetapi kalau saya baca benar-benar surat dari PSSI kita tidak dapat 50% saat ini, tapi 50% dari total sisanya. Dan masih banyak kebingungan tentang surat ini, sampai saat ini kita tidak mau membuat spekulasi dan kita belum membuat keputusan," tuturnya. 

Robert pun akan menunggu kejelasan dari PSSI mengenai penghitungan potongan gaji yang diberlakukan untuk para klub. Sebab potongan yang diberlakukan jelas sangat merugikan. 

"Kita ingin sekali latihan, tapi kita juga masih punya tanggung jawab ke orang-orang yang masih mengandalkan gaji ini dan mereka harus bertahan hidup juga. Kita juga mau melakukan hal yang terbaik untuk Persib Bandung dan juga kita harus mendapatkan klarifikasi tentang surat dari PSSI dan juga perhitungannya," tegasnya. 

Setelah persoalan gaji selesai, Robert memastikan akan segera memanggil para pemainnya untuk menjalani latihan. Terlebih PSSI sudah memutuskan untuk melanjutkan Liga 1 2020 pada 1 Oktober mendatang. 

"Mari kita harap semuanya akan cepat selesai. Kita semua positif bisa kerja bersama lagi, tapi kita juga harus mengerti dengan keadaan orang-orang yang berkegantungan dengan gaji bulanan di klub kita. Saya pengen banget latihan. Saya mau mulai lagi saya mau jadi bagian dari pertandingan yang indah lagi dan Liga yang fantastis ini di Indonesia," tutup Robert. (Muhammad Ginanjar)