Rencana Denda Masyarakat Tanpa Masker, DPRD: Ini Peran Gubernur Agar Masyarkat Disiplin

Rencana Denda Masyarakat Tanpa Masker, DPRD: Ini Peran Gubernur Agar Masyarkat Disiplin
net

INILAH, Bandung - DPRD Jawa Barat memberi dukungan terhadap rencana penerapan denda kepada masyarkat yang tidak menggunakan masker di tempat umum. Mengingat, penggunaan masker dinilai efektif melindungi masyarkat di masa Pandemi Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Jabar Achmad Ru'yat menilai penyebaran Covid-19 dewasa ini sangat mengkhawatirkan. 

"Jadi di sebagai fungsi langkah, peran gubernur sebagai penanggung jawab di Jabar agar masyarakat disiplin menggunakan protokol kesehatan dengan memakai masker," ujar Achmad di Gedung DPRD Jabar, Selasa (14/7/2020).

Menurut dia, berdasarkan hasil penelitian diketahui menggunakan masker sangat efektif untuk mencegah tertular.  Aturan denda ini pun menurut dia lebih dipandang dalam hal membuat jera kepada pihak yang tidak disiplin. 

"Salah satu upaya untuk kedisiplinan adalah efek jera, tujuannya hanya efek jera agar masyarakat disiplin, jadi bukan masalah besarannya," katanya. 

Diketahui, rencananya denda sebesar Rp100-200 ribu akan dikenakan kepada masyarkat yang tidak menggunakan masker di tempat umum. Adapun pengecualian, yaitu saat sedang melakukan pidato, makan dan minum,  olah raga kardio tinggi, dan sedang sesi foto sesaat. 

"Bukan masalah besarannya. Besarannya hanya 100 - 150 ribu, kami mohon masyarakat menjaga jarak, pakai masker dan pola hidup sehat," katanya. 

Dengan demikian, masyarkat tetap bugar dalam menjalankan aktivitas di masa Pandemi yang hingga saat ini tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir. 

Maka, dia melanjutkan, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama pandemi masih belum berakhir. "Intinya adalah bagaimana masyarakat punya kepedulian, kedisiplinan, intinya memberikan penyadaran," ujarnya.

Saat disinggung terkait  payung hukum kebijakan tersebut, Achmad tak berkomentar banyak. "Itu teknis, jadi itu nanti oleh stake holder terkait," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berencana membuat regulasi, di mana masyarkat yang berpergian tanpa masker harus membayar denda hingga Rp150 ribu. Menurut dia, denda ini diberlakukan berdasarkan kondisi penyebaran virus corona yang terus meningkat. 

Ditambah, kepedulian masyarakat mengggunakan masker makin turun. Padahal  data memperlihatkan masih banyaknya penularan Covid-19 yang terjadi di Jabar. 

"Nanti semua aparat bisa melakukan tilang ini. Jadi bukan hanya polisi, tapi TNI dan Satpol PP juga bisa melakukannya," ujar Ridwan Kamil, Senin (13/7/2020).
.
Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengaku, saat ini pihaknya sedang mengkaji skema yang paling tepat untuk memberlakukan denda. Di mana rencananya akan dilakukan secara elektronik atau e-tilang.  

Nantinya, e-tilang ini akan support dengan pendataan dalam aplikasi Pikobar. Di mana aparat yang bertugas nantinya ketika menilang bisa memasukkan data orang yang ditilang atau nomor surat tanda nomor (STNK) kendaraan dan nomor ponsel ke dalam aplikasi Pikobar.

"Nanti kwitansi tidak ada surat fisik tapi lewat e-tilang. Pikobar kemudian mengirim kwitansi ini ke nomor ponsel tersebut," papar Emil. (Rianto Nurdiansyah)