Pondok Terbakar, Santri Hafidz Al-Quran Tidur Berdesakan di Bangunan Tersisa

Pondok Terbakar, Santri Hafidz Al-Quran Tidur Berdesakan di Bangunan Tersisa
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Megamendung - Diduga akibat korsleting listrik, sebagian bangunan Pondok Pesantren Al-Golibiah di Kampung Sukaresmi RT 03 RW 07 Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor hangus terbakar.

Namun upaya pemadaman bencana kebakaran ini mengalami hambatan hingga baru bisa dipadamkan petugas Sektor UPT Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciawi dua jam setelah awal kebakaran.

"Kebakaran di Pondok Pesantren Al-Golibiah di Kampung Sukaresmi RT 03 RW 07 Desa Cipayung, Megamendung terjadi pukul 10.00 WIB, namun karena akses menuju lokasi sulit dilalui kendaraan besar maka api baru bisa dipadamkan pada pukul 12.00 WIB," kata Nendri Kepala Sektor UPT Damkar Ciawi kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Dia menerangkan, api cepat menyebar ke bangunan pondok lainnya karena material bangunan yang terdiri dari bambu dan kayu, karena material yang cepat terbakar tersebut maka  proses pendinginan juga butuh waktu yang tak sebentar.

"Material bangunan pondok yang terbakar ialah bambu dan kayu, atapnya juga ijuk sehingga kita butuh waktu untuk pendinginan agar sumber api benar-benar padam. Untuk proses pemadamannya  kami mengerahkan dua unit mobil damkar berikut petugasnya," terangnya.

Mengenai dugaan kerugian, Nendri yang merupakan asli Wargi Bogor ini mengaku bahwa pihaknya masih menghitungnya karena masih mencari data dari pemilik Pondok Pesantren Al-Gholibiah.

"Kami saat ini masih fokus dalam penangganan bencana kebakarannya, untuk prakiraan kerugian atas kebakaran pondok pesantren ini akan diberikan lebih lanjut dengan Ustandz Umar selaku pemilik Pondok Pesantren Al-Gholibiah," jelas Nendri.

Dia melanjutkan, dikarenakan bangunan pondok pesantren hanya sebagian, para santri penghapal Al-Quran tersebut pun masih bisa mondok di Pondok Pesantren Al-Gholibiah.

"Mulai malam ini para santri penghapal Al-Quran akhirnya terpaksa tidur berdesakan di bangunan pondok yang tersisa," lanjutnya.  (Reza Zurifwan)