Wapres Ingatkan Peran Tokoh Agama Tanggulangi Covid-19

Wapres Ingatkan Peran Tokoh Agama Tanggulangi Covid-19
Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin. (antara)

INILAH, Jakarta - Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin mengingatkan pentingnya peran berbagai tokoh agama di Indonesia untuk turut menanggulangi wabah Covid-19 melalui kemampuannya memotivasi warga bangsa dengan pendekatan keagamaan.

"Tokoh agama dan ulama agar membangkitkan semangat bekerja keras memulihkan keadaan dan mengejar ketertinggalan-ketertinggalan akibat Covid-19," kata Ma'ruf dalam jumpa pers daring bersama Badan Pengelola Masjid Istiqlal dipantau dari Jakarta, Selasa.

Hadir dalam konferensi daring itu di antaranya Menteri Agama Fachrul Razi, Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal), Kardinal Mgr Ignatius Suharyo (Konferensi Waligereja Indonesia), Pdt Gomar Goeltom (Persekutuan Gereja Indonesia) dan Budi Tanuwibowo (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia).

Kemudian hadir pula Sri Hartati Murdaya (Wali Umat Budha Indonesia), Wisnu Bawa Tenaya (Parisada Hindu Dharma Indonesia) dan Nifasri (Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama).

Dia mengatakan tokoh agama dan ulama memiliki peran sentral karena imbauannya mendapatkan perhatian umat sehingga posisinya sangat strategis.

Maka dari itu, Ma'ruf menaruh harapan besar dari tokoh agama agar bisa mengajak umat dan masyarakat tetap tabah, tidak putus asa dan tidak menyerah pada keadaan.

Lewat motivasi tokoh agama, kata Wapres, warga dapat terus bertahan dan mencari inovasi yang memacu kemajuan bangsa dan dapat menghadapi segala tantangan pandemi Covid-19.

"Dalam adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini tokoh agama agar tidak henti-hentinya mengajak pemeluk jangan putus asa menyerah serta mau memahami dan mematuhi protokol pemerintah," kata dia.

"Saya yakin peran tokoh agama penting untuk keberhasilan ini. Penting pula mengajak semua umat berbagi dan menggalang solidaritas untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kita saksikan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan Covid-19 terutama masyarakat miskin dan rentan," katanya. (antara)