Purwakarta Rumuskan Hajatan Hanya Boleh Berlangsung di Gedung

Purwakarta Rumuskan Hajatan Hanya Boleh Berlangsung di Gedung
Ilustrasi/Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta - Sejak mewabahnya Covid-19 yang dimulai pada akhir Maret lalu, seluruh sektor yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat nyaris tumbang. Kepanikan pun terjadi, bahkan tak jarang ada juga pelaku usaha yang memilih gulung tikar karena tak kuat dengan kondisi tersebut.

Kondisi tersebut, ternyata juga sangat dirasakan oleh para pelaku usaha pernikahan atau Wedding Organizer (WO). Wajar saja mereka resah, karena selama masa pandemi, mereka kehilangan job. Bahkan, ada juga yang terpaksa harus membatalkan job yang sebelumnya sudah terjadwal.

Hingga saat ini, masa pandemi covid belum berakhir. Meski demikian, pemerintah saat ini telah memberikan kelonggaran kepada masyarakat, yakni dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru. Ini pun menjadi angin segar bagi para pelaku usaha, termasuk WO yang sejak empat bulan terakhir sempat vakum.

Seperti di Kabupaten Purwakarta, para pelaku WO ini akan diber kelonggaran oleh pemerintah setempat yang mewacanakan relaksasi larangan hajatan. Artinya, untuk acara hajatan diperbolehkan, tentunya ada berbagai syarat dan ketentuan yang harus dijalankan oleh para WO ini.

"Tapi mohon dicatat, resepsi hajatan hanya bisa dilakukan di gedung yang sudah kami izinkan," kata Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, Rabu (15/7/2020).

Anne menjelaskan, saat ini tim gugus tugas sedang menyiapkan SOP-nya. Kedepan, acara hajatan diperbolehkan, namun harus dilakukan di gedung. Saat ini, pihaknya sedang merumuskan gedung mana saja yang bisa dipergunakan untuk hajatan.

"Hajatan atau resepsi belum bisa dilakukan di rumah warga. Kecuali hanya akad nikah saja," tegas dia.

Dalam hal ini, pihaknya juga meminta komitmen dari pemohon hajatan agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Termasuk, harus membatasi tamu undangan. Jika melanggar, terpaksa akan dibubarkan.

Sementara itu, salah satu anggota gabungan pelaku usaha pernikahan Kabupaten Purwakarta, pihaknya mengapresiasi langkah yang akan diambil pemkab. Ini menjadi angin segar bagi para WO. Di masa adaptasi kebiasaan baru ini, pihaknya juga berkomitmen untuk melaksanakan protokol kesehatan dan mengikuti seluruh anjuran pemerintah dalam setiap kegiataan yang melibatkan para vendor WO.

"Penerapan protokol kesehatan akan kami tekankan," jelas dia.

Lalu, apa saja yang akan dilakukan dalam penerapan AKB dalam resepsi nanti. Yakni, dari mulai masuk ke lokasi acara, tamu wajib pakai masker dan cuci tangan. Jika ada musiknya, tidak ada sumbang lagu. Dipelaminan tak ada salaman. 

Kemudian, sesi foto-foto diarahkan tak berdekatan satu sama lainnya sesuai standar protokol kesehatan. Kemudian, untuk makanan ada sejumlah opsi, mulai dari menggunakann nasi bok atau catering. Untuk tamu, juga akan dibatasi, yakni hanya 50 persen dari kapasitas gedung. (Asep Mulyana)