Gandeng Pemkot Bogor, BI Jabar Kembangkan Urban Farming

Gandeng Pemkot Bogor, BI Jabar Kembangkan Urban Farming
istimewa

INILAH, Bandung - Pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian nasional. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar merilis, pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan I-2020 tumbuh melambat menjadi sebesar 2,72% (yoy).

Kepala KPwBI Jabar Herawanto mengatakan, melambatnya perekonomian itu antara lain disumbang perlambatan konsumsi rumah tangga. Hal itu diakuinya terjadi sejalan dengan penurunan daya beli masyarakat dan penurunan kinerja sektor dunia usaha.

Menurutnya, sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi pihaknya bekerja sama dengan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor untuk terus memperkuat program Masyarakat Peduli Inflasi. Salah satu bentuk konkretnya yanki dengan menggalakan urban farming yaitu pemanfaatan lahan terbatas di kota.

"Program urban farming yang saat ini dikembangkan merupakan konsep ekosistem terpadu antara sistem budidaya ikan air tawar dengan konsep aquaponic sederhana. Yaitu, budi daya ikan dalam ember yang terintegrasi dengan sistem produksi kangkung," kata Herawanto, Rabu (15/7/2020).

Dia menyebutkan, selain memenuhi kebutuhan protein dan nabati aktivitas urban farming ini dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan guna menopang konsumsi dan kesejahteraan masyarakat.

"Rencananya, konsep ini tidak hanya dijalankan di Kota Bogor. Kami sudah melakukan di Kota Bandung dan nanti akan menyusul di tiga kota penyumbang inflasi Jabar terbesar yaitu Bekasi, Depok, dan Sukabumi," tambahnya.

Selain itu, pihaknya pun memberikan bantuan tiga unit cold storage sebagai bagian dari solusi manajemen logistik Kota Bogor. Keberadaan cold storage tersebut diharapkan dapat menjadi media pengelolaan buffer stock stabilitas harga komoditas di pasar dapat terjaga dengan baik. Plus, bantuan berupa 500 paket sembako dan alat pelindung diri (APD). (*)