Usman Sayogi Penuhi Panggilan Bawaslu Kab Bandung

Usman Sayogi Penuhi Panggilan Bawaslu Kab Bandung
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Usman Sayogi memenuhi panggilan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) terkait kehadirannya dalam penyerahan Surat Keputusan (SK) rekomendasi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung di DPP Golkar di Jakarta.

Kepada Bawaslu, Usman mengaku kedatangannya pada acara tersebut atas dasar undangan dan seizin pimpinan, serta sehari sebelumnya sudah mengajukan pengunduran diri dari statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran pada Bawaslu Kabupaten Bandung Komarudin membenarkan kedatangan tersebut. Usman memberikan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran kode etik pegawai negeri sipil (PNS).

"Beliau hadir dan bersikap kooperatif. Kami mengajukan sejumlah pertanyaan kepada yang bersangkutan. Beliau memberikan jawaban dan mengakui kehadirannya di DPP Golkar beserta kronologis dan alasannya," kata Komarudin, Rabu (15/7/2020).

Komarudin menjelaskan, Usman juga menyatakan dia telah mengajukan pengunduran diri sebagai ASN pada 10 Juli 2020 atau sehari sebelum menghadiri undangan DPP Golkar pada 11 Juli 2020.

"Dia juga menunjukan bukti surat pengunduran diri tersebut," ujarnya.

Selain klarifikasi dari yang bersangkutan, Komarudin juga sudah meminta keterangan dari sedikitnya tiga saksi termasuk Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Wawan Ridwan. Dari semua keterangan tersebut, Bawaslu akan segera mengambil kesimpulan apakah kasus dugaan pelanggaran kode etik PNS tersebut akan dilanjutkan atau tidak.

"Selanjutnya, setelah ada klarifikasi dari berbagai pihak kami akan membuat kajian yang akan dibahas dalam rapat pleno paling lambat pada Jumat (17/7/2020) mendatang. Setelah itu kami akan memberikan rekomendasi kepada Komisi ASN," ujarnya. (Dani R Nugraha)