Protokol Kesehatan, Polda Jabar Pasang Tanda Physical Distancing di 159 Persimpangan Jalan

Protokol Kesehatan, Polda Jabar Pasang Tanda Physical Distancing di 159 Persimpangan Jalan
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat memasang tanda physical distancing pada traffic light di wilayah hukumnya. Rencananya, tanda pisikal distancing tersebut akan dipasang sebanyak 159 titik di 22 wilayah kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan, pemasangan tanda physical distancing merupakan upaya preventif dalam meminimalisir adanya kerumunan kendaraan roda dua di ruang henti khusus pada traffic light zone. Sehingga, penerapan physical distancing dapat terlaksana dengan baik, meskipun di sebuah persimpangan.

"Kita menerapkan pola atau pisikal distancing di persimpangan atau trafic light, ini kita berlakukan untuk kendaraan roda dua, sehingga kendaraan roda dua tidak berhimpitan, sehingga pisikal distancing bisa terpenuhi," ucap Eddy saat ditemui di persimpangan Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

Selain itu, Eddy mengungkapan, penerapan tanda physical distancing juga merupakan upaya cipta kondisi menjelang digelarnya operasi Patuh Lodaya di Jawa Barat. Rencananya, Operasi tersebut aka digelar pada tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus 2020.

"Ini juga dalam rangka cipta kondisi, daripada kegiatan kepolisian khususnya lalu lintas yang akan melaksanakan operasi patuh pada tanggal 23 juli sampai dengan 5 agustus. Salah satunya kita mendisplinkan masyarakat agar mematuhi atutan protokol kesehatan yang sudah ada," ungkap Eddy.

Lebih lanjut, Eddy mengimbau kepada seluruh masyarakat di Jawa Barat agar mematuhi tanda physical distancing yang telah diterapkan di sejumlah traffic light zone. Untuk membiasakan masyarakat, Dia menyebutkan, akan menempatkan anggotanya di setiap traffic light zone yang terdapat tanda physical distancing.

"Kita nanti akan tempatkan anggota disini (traffic light) untuk membiasakan masyarakat, agar masyarakat terbiasa, kalau sudah terbiasa setiap hari tidak ada anggota pun masyarakat sudah bisa menempati tempat physical distancing yang ada di trafic light zone," tandas Eddy.

Ditemui di tempat yang sama, satu diantara penendara kendaraan roda dua, Rahmadi mengatakan dirinya merasa senang dengan adanya tanda physical distancing di traffic light zone. Sehingga, kendaraan roda dua tidak lagi berhimpitan dan berdesakan di traffic light zone.

"Ya kalau saya masyarakat mah senang-senang aja, karena kan jadi ga berdesakan di persimpangan. Biasanya kan suka penuh di persimpangan," ujar Rahmadi. (Ridwan Abdul Malik)