Pasar Mingguan di Kota Bandung Belum Boleh Beroperasi

Pasar Mingguan di Kota Bandung Belum Boleh Beroperasi
Foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menegaskan, Pemkot Bandung belum mengizinkan pasar mingguan kembali beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

Larangan tersebut diakuinya sesuai dengan Peraturan Wali (Perwal) Kota Bandung Nomor 37 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.

"Itu berlaku untuk pasar mingguan di Monumen Perjuangan, Margahayu Raya, Margacinta dan pasar mingguan lainnya. Selama Covid-19, pasar-pasar mingguan itu tidak boleh beroperasi dahulu," kata Yana di Balai Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

Dia menyebutkan, dalam Perwal tersebut secara jelas mengatur pelaksanaan pasar tumpah, termasuk di dalamnya mengatur pedagang kaki lima (PKL) untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Seperti PKL, bagaimana mengatur jarak. Misalkan di berikan penomeran, nah ini akan kita coba. Tetapi untuk pasar mingguan, kita hentikan dahulu karena memang mengundang kerumunan dan tidak terdata termasuk cara free day (CFD) tidak boleh," ucapnya.

Terhitung pekan depan, Yana akan melakukan pengawasan khususnya terhadap aktivitas pasar mingguan. Dia berharap, para pedagang mau mengerti dengan kondisi yang terjadi saat ini.

"Pengawasan kita lakukan di minggu ini (pasar mingguan). Betul ini urusan perut, aktivitas ekonomi. Tetapi ada hal yang lebih penting, yaitu keselamatan. Kita pun akan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Satgasus PKL dalam pelaksanaannya," ujar dia. (Yogo Triastopo)