Wacana Denda Tanpa Masker Dikritik, Ridwan Kamil: Tak Akan Ada Hukuman yang Disukai

Wacana Denda Tanpa Masker Dikritik, Ridwan Kamil: Tak Akan Ada Hukuman yang Disukai
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Tidak semua pihak sepakat terhadap wacana penerapan sanksi bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat suara terkait itu.

Diketahui, wacana pemberian denda tersebut dilakukan lantaran masih ditemukannya masyarakat yang tidak menggunakan masker tatkala berada di ruang publik. Ridwan Kamil menilai, tidak ada hukuman yang disukai. Karena itu, dia menganggap wajar bilamana ada yang mengkritik wacana tersebut.

"Tidak ada namanya hukuman yang disukai. Dulu juga waktu (kewajiban menggunakan) helm sama, protes tidak nyaman. Nah, ini juga sama," ujar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

Adapun wacana sanksi tidak gunakan masker tersebut, dia sampaikan dipastikan akan memiliki dasar hukum. Dalam hal ini mengacu pada peraturan gubernur (pergub).

"Dasar hukumnya kan ada pergub. Yang namanya per (peraturan) itu dasar hukum. Perwal (peraturan wali kota), pergub, perpres (perpres), jadi itu dasar hukumnya," tegasnya.

Emil -sapaan Ridwan Kamil- juga mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan bahwa pada pekan ini akan menerbitkan intruksi presiden  dalam upaya mendisiplinkan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Kemarin, Pak Jokowi menyampaikan minggu ini akan keluar inpres untuk pendisiplinan selama pandemi, nah tambah lagi kekuatan dasar hukumnya," tegasnya lagi.

Soal kritikan bahwa sanksi sosial lebih baik ketimbang sanksi denda, dia menjawab, dalam pelaksanaanya nanti, sanksi sosial itu tetap ada.

"Jadi, ada dua, kalau tidak sanggup membayar, pilihannya sanksi sosial," tandasnya.

Diketahui, Ridwan Kamil yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar mewacanakan sanksi denda sebesar Rp100-150 ribu bagi warga yang kedapatan tidak mengenakan masker di tempat-tempat umum yang kemudian menyulut kritikan.

Dia menyatakan, pemberlakuan sanksi denda sebagai upaya untuk mendisiplinkan masyarakat sekaligus merespons laporan terkait mulai menurunnya kesadaran masyarakat dalam mengenakan masker.

"Kami akan lakukan pendisiplinan karena edukasi sudah dilakukan, teguran sudah dilakurat, sudah masuk sesuai komitmen kita. Tahap ketiga, yaitu pendisiplinan dengan denda nilainya Rp100.000 sampai Rp150.000 kepada mereka yang gak pakai masker di tempat umum," ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang juga digelar secara virtual dari Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (13/7/2020). (Rianto Nurdiansyah)