Tiga Model Pembelajaran Cegah Covid-19

Tiga Model Pembelajaran Cegah Covid-19
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Bandung - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu menyiapkan tiga model pembelajaran yang akan digunakan tenaga pendidik dan peserta didik mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Disdikbud Palu Ansyar Sutiadi, Kamis, mengatakan tiga model pembelajaran itu disusun untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar tidak tatap muka antara peserta didik dengan tenaga pendidik selama semester ganjil tahun pelajaran 2020-2021 untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

"Tiga model pembelajaran itu adalah dalam jaringan (daring), luar jaringan (luring) dan manual. Saat ini pihak sekolah tengah mendata jumlah peserta didik yang ingin mengikuti salah satu atau dua dari tiga model pembelajaran itu," katanya.

Ia menjelaskan model pembelajaran secara daring dilakukan oleh tenaga pendidik kepada peserta didik melalui video conference menggunakan fasilitas smartphone, laptop atau komputer, dan harus memiliki data internet.

"Kalau model pembelajaran secara luring peserta didik diminta mengunduh materi pelajaran kemudian mempelajari materi-materi pelajaran digital itu melalui smartphone, laptop atau komputer tanpa bertatap muka dengan tenaga pendidik melalui video conference," ujarnya.

Sementara model pembelajaran secara manual, lanjut Ansyar, berupa pemberian materi pelajaran nondigital kepada peserta didik yang tidak mampu melakukan model pembelajaran secara daring dan luring.

Tenaga pendidik akan memberikan buku-buku pelajaran kepada peserta didik yang menggunakan model pembelajaran manual.

"Pada dasarnya materi pelajarannya sama berdasarkan kurikulum yang berlaku, hanya model pembelajarannya yang berbeda. Tenaga pendidik akan mengunjungi rumah mereka untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan belajar peserta didik menggunakan tiga model pembelajaran itu," ucapnya.

Ansyar mengaku memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu dan mendukung seluruh tenaga pendidik menerapkan tiga model pembelajaran tersebut. Rincian dana BOS itu digunakan untuk membiayai transportasi tenaga pendidik ke rumah para peserta didik untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan belajar mereka dari rumah.

"Selain itu, juga untuk membeli pulsa data bagi tenaga pendidik yang melakukan model pembelajaran secara daring. Rencananya awal Agustus kegiatan belajar mengajar sudah dimulai," ucapnya.

Ia menyebut penggunaan model pembelajaran secara tidak langsung itu merujuk pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Selain itu, juga berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sulteng Nomor: 420/365/DIKBUD tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Satuan Pendidikan PAUD/RA/SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK/SLB dan Satuan Pendidikan Lainnya pada Tahun Pelajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19 yang tidak memperkenankan pembelajaran secara tatap muka hingga Desember 2020. (antara)