Ketua Komisi V DPRD Jabar Dukung Pemprov Berlakukan Tilang Masker

Ketua Komisi V DPRD Jabar Dukung Pemprov Berlakukan Tilang Masker

INILAH, Bandung – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Dadang Kurniawan mendukung penuh rencana Gubernur Ridwan Kamil, untuk memberlakukan tindak pelanggaran (tilang) kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker, di tengah penanganan pencegahan penyebaran pandemi corona virus disease 19 (covid-19).

Dadang mengatakan, sanksi tersebut bukan harus ditakuti melainkan diikuti agar kesadaran masyarakat akan pentingnya masker sebagai salah satu cara pencegahan penyebaran covid-19 kembali meningkat. Dia berharap, pemerintah segera memberlakukan aturan tersebut agar dapat segera terealisasikan sehingga diharapkan mampu menekan jumlah penderita pandemi di Jawa Barat.

"Hukum itu ada karena ada pelanggaran. Intinya balik lagi mengenai tingkat kesadaran masyarakat. Saat ini sudah mulai banyak masyarakat yang tidak peduli. Kalau dengan sanksi itu bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, tidak ada salahnya. Asal denda ini dimaksudkan bukan untuk mencari keuntungan dari kesalahan. Melainkan untuk memaksakan supaya kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan masker, dapat berjalan,” ucap Dadang kepada INILAH, Kamis (16/7/2020).

“Saya mendukung gubernur sepenuhnya, karena masyarakat yang tidak sadar harus disadarkan dengan sanksi. Setiap sanksi memang merugikan. Kalau tidak mau rugi, ya jangan melanggar. Apalagi ini kan bukan untuk kebaikan pemerintah saja, tetapi juga untuk masyarakat sendiri. Baik untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga atau orang yang berada lingkungannya. Saya harap gubernur segera terbitkan Pergub atau surat edarannya supaya bisa segera dijalankan,” sambungnya.

Dadang berharap, dengan adanya sanksi tersebut dapat membuat masyarakat lebih peduli akan pentingnya mengikuti protokol kesehatan selama masa pandemi masih berjalan. Sampai akhirnya persoalan global ini kata dia, berakhir.

“Mudah-mudahan dengan adanya aturan ini, masyarakat lebih berpikir untuk melanggar. Kalau terus dilanggar, persoalan ini tidak akan selesai. Lagian tidak ada ruginya pakai masker. Kita harus pikirkan risikonya dari segi kesehatan, bukan hanya mengenai sanksi itu. Makanya, kalau tidak mau rugi, ya ikuti aturan. Pakai masker,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Ridwan Kamil selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar mewacanakan sanksi denda sebesar Rp100-150 bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker di tempat umum. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mendisiplinkan masyarakat, yang acuh tak acuh akan bahayanya Covid-19. (Yuliantono)