(Sikap Kami) Legacy Idham Azis

(Sikap Kami) Legacy Idham Azis
Kapolri Jenderal Idham Aziz (kanan).

MASA tugas Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri tidaklah lama. Januari tahun depan, dia memasuki usia pensiun. Jika masa dinas mantan Kapolsek Dayeuhkolot dan Majalaya itu tak diperpanjang Presiden, maka awal tahun depan akan ada Kapolri baru.

Tak banyak Kapolri yang meninggalkan warisan yang diingat masyarakat. Misalnya, Jenderal Hoegeng Imam Santoso (1968-1971) yang dikenal karena kejujurannya. Atau, Jenderal Awaluddin Djamin (1978-1982) peletak dasar modernitas polisi. Atau, Jenderal Sutanto (2005-2008) yang menghabisi praktik perjudian.

Bagaimana dengan Idham Azis? Tentu saja, belum banyak fenomena yang dia munculkan. Baru 10 bulan dia jadi Kapolri.

Tapi, Idham Azis sebenarnya berpeluang meninggalkan legacy untuk Polri. Caranya? Dia harus bisa bebersih Polri. Jika itu berhasil dia lakukan, dengan tegas, pria asal Kendari itu kemungkinan bisa pula dicatat sebagai Kapolri berprestasi tinggi, meski tak sampai dua tahun bercokol di sana.

Hari-hari ini, citra polisi terjun bebas. Itu setelah mencuat ke publik tentang dugaan keterlibatan oknum petingginya dalam skandal keluar-masuknya buronan kakap Djoko Sugiarto Tjandra. Satu nama yang sudah dicopot adalag Brigjen Prasetijo Utomo. Tapi, selentingan, tersebut pula nama Brigjen NM.

Idham Azis sudah menunjukkan langkah yang tepat. Hanya dalam hitungan jam setelah kabar dugaan keterlibatan Prasetijo, dia langsung dicopot. Polri juga langsung membentuk tim khusus menangani perkara ini.

Polri tentu akan mendapat apresiasi jika tak melokalisir peristiwa ini sebagai pelanggaran etik belaka. Publik tidak percaya, jika kemudahan yang didapat Djoko Tjandra tak ada apa-apa di belakangnya. Jika ada perbuatan pidana, maka harus dibawa ke ranah hukum pidana.

Tetapi, itu saja juga belum cukup. Bebersih tak cukup hanya di Mabes Polri, bahkan hingga ke jajaran Polsek sekalipun. Tak sedikit oknum polisi bermasalah. Dari soal narkoba, illegal logging, hingga perjudian. Kemarin saja, Polda Sumsel menyebutkan 260 anggotanya terpaksa menjalani rehabilitasi karena jadi pengguna narkoba.

Tidak ringan sebenarnya tugas bebersih. Tapi, jika Idham Azis membagi sebagian konsentrasinya pada peningkatan mentalitas polisi di sisa akhir masa jabatannya, maka dia akan bisa meninggalkan Mabes Polri dengan warisan yang tak ternilai harganya: membersihkan lembaga kepolisian dari oknum-oknum yang telah dan potensial merusaknya.

Maka, kasus tersangkut Djoko Tjandra ini, menjadi awal bagi Idham Azis untuk menunjukkan kemauannya melakukan bersih-bersih itu. (*)