Kok Bisa, 7.026 Orang Meninggal Dukung Paslon Independen di Pilkada Serentak Jabar

Kok Bisa, 7.026 Orang Meninggal Dukung Paslon Independen di Pilkada Serentak Jabar

INILAH, Bandung-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menemukan 98.822 data pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) dukungan bakal calon perseorangan pada pilkada serentak di Jawa Barat 2020. Di antaranya, terdapat data orang meninggal yang masih tercantum dalam data dukungan, yaitu sebanyak 7.026 dukungan.

Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdullah Dahlan mengatakan, pihaknya telah melakukan proses verifikasi faktual. Di mana terdapat 7 kategori temuan TMS. Selain pendukung telah meninggal dunia, ada pula yang tidak menyatakan dukungan, data ganda, data fiktif, hingga menyangkut pekerjaan terikat seperti dukungan TNI/Polri, aparatur sipil negara (ASN), serta pendukung dari kepala desa/perangkat desa.

Dalam pilkada serentak di Jawa Barat ini 4 daerah yang diikuti bakal pasangan calon kepala daerah dari jalur perseorangan ini yakni Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Tasikmalaya. 

"Dalam pilkada serentak di Jawa Barat ini ada 4 kabupaten/kota yang diikuti dari jalur perseorangan. Total ada lima paslon, karena di Cianjur ada dua. Setelah kami melakukan proses verifikasi faktual, kami menemukan beberapa temuan yang dikategorikan TMS. Untuk itu, kami merekomendasikan data TMS untuk bakal calon perseorangan ini diperbaharui dari data dukungan yang diserahkan bakal calon pasangan," ujar Abdullah dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu Jawa Barat, Kamis (16/7/2020).

Menurut Abdulah, verifikasi faktual dipaksa akan sebagai proses uji validasi atas dokumen yang diserahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menggelar pilkada di Jawa Barat. Selain melakukan verifikasi data dukungan pasangan calon jalur perseorangan, pihaknya juga mengawasi beberapa isu strategis lainnya dalam pelaksanaan pilkada ini, di antaranya netralitas aparatur sipil negara (ASN) hingga praktik politik uang.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Barat Zaki Hilmi menjelaskan terkait temuan nama-nama orang meninggal yang ditemukan dalam berkas dukungan bakal pasangan calon, di antaranya yaitu di Kabupaten Indramayu sebanyak 1.463 nama, Kabupaten Tasikmalaya (193 nama), Kabupaten Karawang (4.895 nama), dan Kabupaten Cianjur 475 nama.

"Dalam proses pengawasannya, kami bahkan melakukan verifikasi faktual ke pemakamannya. Itu untuk memastikan saja. Meskipun tidak sejauh itu kalau memang dari pihak keluarga menyatakan bahwa  yang bersangkutan sudah meninggal. Terpenting adalah adalah adanya kesaksian. Kita otomatis melakukan pendoretan untuk data orang meninggal yang masuk dalam data dukungan," ujar Zaki.

Disinggung mengenai jumlah data TMS dari 7 kategori hasil temuan Bawaslu Jawa Barat, Zaki Hilmi merinci, dari jenis pekerjaan terdapat 17 pendukung dari anggota TNI, Polsi (10 dukungan), PNS (782 dukungan), penyelenggara pemilihan (782), dan 984 pendukung dari kepala/perangkat desa.

Untuk data TMS lainnya, lanjut dia, karena tidak menyatakan mendukung dan mengisi form lampiran BA.5-KWK sebanyak 60.822 pendukung, ganda internal dukungan (2.231 pendukung), data fiktif (3.228 pendukung), pendukung tidak dapat difaktualisasi (18.391 pendukung).

“Kami juga menemukan adanya data nama pendukung yang sudah meninggal tetapi masih tercantum dalam berkas dukungan sebanyak 7.026 nama. Data TMS ini harus segera dimutakhirkan. Diharapkan, dengan data yang meutakhir ini kualitas data pemiih bisa lebih baik,” pungkasnya. (riantonurdiansyah)