IKA UIN Bandung Gelar Silaturahmi Webinar

IKA UIN Bandung Gelar Silaturahmi Webinar
istimewa

INILAH, Bandung - Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung menggelar silaturahmi webinar bertajuk "Manghubungkan Jejaring, Menuju Alumni yang Berdaya" melalui telekonferensi aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung pada kanal Youtube Humas UIN SGD Bandung, Jumat (17/7/2020).


Ketua IKA UIN SGD, Dr. Hj Reni Marlinawati menjelaskan silaturahmi online ini menghadirkan narasumber seperti, akademisi Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah; Bupati Kab Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi M.Ag; Dai Nasional, KH. Dr. Jujun Junaedi; Wakil Direktur Pps UI, H. Abdul Mutaali, Ph. D; Anggota DPR RI, Hj. Ela Siti Nuryamah, S. Sos. I; Anggota DPRD Jabar: Edi Rusyandi S. Pd; Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat, Rifki Ali Mubarok, S. Ag, M. Si; Pengamat politik, Dr. Ujang Komarudin; Republika, H. Heri Ruslan, S.Sos; Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, H. Husni Farhani Mubarok, M. Si; Jabar Digital Service: Rian Andrian, ST. MT; Beasiswa di Polandia : Nazila Syiam, S. Sos. I; Beasiswa di Azerbaijan : Annisa Dina Amalia, S. Psi

Dalam sambutannya, Dr. Reni menegaskan civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung harus tampil terdepan dalam menyuarakan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak Indonesia.

"Banyak lulusan UIN yang jadi tokoh, panutan di masyarakat, mari kita kawal pendidikan dan menjadi garda terdepan pendidikan. Di era Covid-19 ini jangan sampai melemahkan pendidikan anak, khususnya Islam. Untuk itu, perlu kesadaran kolektif bersama dalam mencerdaskan anak bangsa," tegasnya.

Kehadiran 120 ribu alumni UIN SGD Bandung ini mesti menjadi momentum berharga ini dan saling mencintai, membanggakan almamater, sehingga pembentukan IKA daerah sebagai jejaring yang giat untuk berusaha membangun kecintaan terhadap kampus.

Rektor UIN SGD, Prof. Dr. H. Mahmud menuturkan terselenggaranya acara silaturahmi webinar ini merupakan salah satu ikhtiar bersama dalam rangka mengangkat harkat martabat kampus tercinta.

"Saya berharap dari segi internal, kita memiliki komitmen yang tinggi terhadap almamater, boleh kita bersaing dalam hal kebaikan untuk membagun kebersamaan di lingkungan IKA. Sedangkan secara eksternal dengan segala potensi yang dimiliki masing-masing untuk berusaha saling melengkapi, membangun kerjasama sama, menciptakan suasana yang kondusif dalam memberikan kontribusi positif terhadap negeri tercinta," jelasnya.

Menurutnya dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru, tentu harus menggunakan dua pendekatan. Pertama, secara lahir (medis) mengikuti aturan-aturan protokol Covid-19, yakni jaga jarak, bermasker, cuci tangan, di rumah aja. Kedua, pendekatan batin (agama) seperti berdoa setiap pagi dan sore, dawam wudhu dan juga jangan mendatangi tempat yang sudah terkena wabah, banyak beristighfar.

“Dalam situasi seperti ini tingkatkan iman dan taqwa kita kepada yang maha kuasa. Yakinlah jika dua pendekatan ini kita lakukan kuasa Allah akan kita rasakan. Lulusan UIN harus ikut berkontribusi dan mengkampanyekan dua pendekatan lahir dan batin dalam menyikapi wabah Corona ini," tandasnya.

Mari kita terus bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing untuk memberi manfaat dalam rangka berbuat baik untuk lembaga UIN SGD Bandung. (Okky Adiana)