Enggan Masalah PPDB Terulang, DPRD Jabar Minta Disdik Tingkatkan Kualitas Sekolah Swasta

Enggan Masalah PPDB Terulang, DPRD Jabar Minta Disdik Tingkatkan Kualitas Sekolah Swasta
net

INILAH, Bandung – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 memang sudah berakhir. Kendati demikian, bukan berarti masalah juga turut selesai. Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Dadang Kurniawan mengatakan, hingga hari ini masih ada persoalan yang belum tuntas.

Salah satunya adalah terbatasnya daya tampung sekolah yang akhirnya menjadi masalah dan menimbulkan kekecewaan bagi para siswa karena gagal lolos di tempat yang mereka idamkan. Dadang menilai, hal tersebut terjadi karena tidak meratanya kualitas pendidikan sekolah di Jawa Barat. Sehingga para siswa berbondong-bondong hanya fokus di beberapa sekolah yang dianggap memenuhi ekspektasi mereka. Sementara sekolah lain, terutama swasta hanya dipandang sebagai opsi terakhir.

Ogah masalah serupa terulang di masa mendatang, Dadang berharap Pemprov melalu Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat segera mengupayakan, agar kualitas seluruh sekolah menjadi setara. Sehingga dimanapun bersekolah, tidak ada rasa kekhawatiran bagi siswa maupun orangtua untuk menentukan tempat terbaik untuk masa depan mereka.

“Kita harus sadar, kemajuan pembangunan suatuu daerah berkorelasi dengan pendidikan. Banyak persoalan dalam suatu kebijakan, itu wajar. Tetapi bukan berarti kita biarkan saja. Tetapi kita harus bisa mencari solusi terhadap persoalan-persoalan itu. Dalam PPDB kemarin, persoalan terjadi karena ada kekecewaan. Kecewa karena siswa tidak bisa masuk ke sekolah favorit, akibat terbatasnya kuota atau daya tampung sekolah. Ada masukan, supaya kuota ditambah. Tapi menurut kami, itu bukan solusi karena butuh waktu yang panjang,” ujar Dadang kepada INILAH, Jumat (17/7/2020).

“Paling tepat itu adalah bagaimana caranya sekolah swasta juga harus dimaksimalkan dan dipikirkan. Kalau sekolah swasta kualitas pendidikannya juga bagus, pasti enggak akan pilih-pilih. Nah ini kewajiban Disdik yang diberi wewenang oleh pemerintah, untuk menyelesaikan itu. Kualitasnya harus sama. Disdik harus memperhatikan, jangan fokus hanya sekolah negeri saja. Swasta harus bisa dimaksimalkan, agar bisa berkompetisi dengan negeri,” imbuhnya.

Jika sudah setara, kata Dadang, persoalan yang terjadi pada PPDB kali ini tidak kembali terulang. Sehingga paling tidak, ada satu persoalan yang bisa teratasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat.

“Kalau sudah setara, pasti sudah tidak ada lagi kekecewaan karena tidak diterima di sekolah favorit. Sebab semua sekolah nanti jadi sekolah favorit. Kalau sudah begitu, paling tidak kita sudah berhasil mengatasi salah satu kekurangan kita agar kualitas pendidikan di kita bisa terus lebih baik,” tutupnya. (Yuliantono)