Kanwil DJP Jabar I Siapkan Siswa Patuh Pajak

Kanwil DJP Jabar I Siapkan Siswa Patuh Pajak
istimewa

INILAH, Bandung - Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Neilmaldrin Noor menyebut, generasi muda memiliki peran penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, dibutuhkan masyarakat yang sadar dan peduli akan pentingnya pajak dalam pembangunan bangsa dan negara.

"Menyongsong Indonesia Emas pada 2045, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menginisiasi Program Inklusi Kesadaran Pajak untuk mengintegrasikan materi kesadaran pajak dengan kurikulum pendidikan," kata Neil saat memberikan sambutan pada acara Pajak Bertutur 2020 yang digelar di Gedung Keuangan Negara Bandung belum lama ini. 

Dia berharap, jika para siswa sudah diperkenalkan dengan pajak dan manfaatnya sejak dini, maka pada saatnya nanti mereka akan menjadi wajib pajak yang tertib dengan memenuhi hak dan kewajiban perpajakannya dengan benar. 

Dukungan dari elemen pendidikan, para pendidik, dan tenaga kependidikan, dituturkannya sangat diperlukan untuk menyukseskan program inklusi kesadaran pajak. 

"Kami ucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar besar-besarnya kepada seluruh Sekolah Menengah tingkat Atas peserta kegiatan ini, atas dukungan dan kerjasamanya dalam kegiatan Pajak Bertutur Tahun 2020," ucapnya. 

Acara yang diikuti 161 siswa sekolah menengah tingkat atas ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Pajak Tahun 2020 yang jatuh pada tanggal 14 Juli 2020. Tema ini dipilih karena saat ini Indonesia sedang dalam masa memerangi pandemi Covid-19. 

"Tahun ini merupakan tahun ketiga kami memperingati Hari Pajak. Kali ini mengambil tema Bangkit Bersama Pajak dengan Semangat Gotong Royong. Oleh karena itu juga acara ini yang biasanya diselenggarakan secara langsung (bertatap muka), kita laksanakan dengan menggunakan teknologi video conference," ujar dia. 

Kegiatan ini diadakan serentak 34 Kanwil DJP di seluruh Indonesia, tak terkecuali oleh Kanwil DJP Jawa Barat I. Neil menyebutkan acara ini bertujuan untuk memberikan awareness atau kepedulian bagi para siswa untuk lebih memahami peran penting pajak yang merupakan modal dasar untuk membangun bangsa ini.

"Sekarang masih kelas 10 sampai dengan kelas 12. Ketika nanti punya penghasilan sendiri, anak-anak wajib membantu negara ini agar pembangunan berjalan lancar, juga tercapai kemandirian bangsa," ucapnya. 

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kontribusi pajak dalam APBN. Total APBN ada di sekitar Rp2.200 triliun. Seperti yang sudah telah dipahami bahwa pajak memberikan kontribusi yang cukup besar dalam sumber pendapatan dalam APBN yakni sebesar 70 persen atau sekitar Rp1.577 triliun. 

"Dalam APBN 2020, sektor (pendidikan) ini mendapat alokasi sebesar 20% atau sekitar Rp492,5 triliun yang merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Anggaran ini juga dinikmati oleh para siswa, khususnya SMA negeri. SMA pasti ada gurunya, ada sekolahnya, butuh buat bayar listriknya, dan lain-lain tetapi siswa tidak dipungut biaya," ujar dia. 

Neil mengatakan, sekarang ini, negara membutuhkan pembiayaan yang cukup besar untuk penanggulangan Pandemi Covid-19. Di sinilah peran serta wajib pajak secara gotong royong dengan menjalankan kewajiban perpajakannya secara baik dan tidak menunda.

"Wajib Pajak merupakan pahlawan, karena dari merekalah negeri ini dapat terus maju melakukan perbaikan dan pembangunan," ucapnya. 

Dia pun berharap dengan adanya inklusi kesadaran pajak sejak dini, para siswa ini, suatu saat nanti akan dapat berkontribusi untuk negeri melalui pembayaran pajak. "Hari ini dengan Pajak Bertutur mereka belajar memahami, esok nanti merekalah (yang menjadi) pahlawan sejati. Aamiin," tandasnya. (Yogo Triastopo)