BIJB Kertajati Lelang Pembangunan Hotel dan Pusat Kargo

BIJB Kertajati Lelang Pembangunan Hotel dan Pusat Kargo
net

INILAH, Bandung - PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) menggelar proses tender untuk pembangunan sejumlah fasilitas penunjang Bandara Kertajati Majalengka.

Direktur Utama PT BIJB Salahudin Rafi mengatakan, hal itu sejalan dengan percepatan penyelesaian Tol Cisumdawu yang rencananya akan dioperasikan 2020. Selain itu, pihaknya juga tengah menyelaraskan sejumlah rencana pengembangan bisnis.

Rencana pembangunan fasilitas yang nantinya akan menjadi penunjang penerbangan Bandara Kertajati antara lai pembangunan hotel bintang 3 dan 4 dan fasilitas MICE yang berada di satu bangunan terpadu.

“Selain itu kami juga akan membangun fasilitas maintenance, repair dan overhaul pesawat dan cargo village. Saat ini sedang proses tender,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (19/7/2020).

Rafi mengatakan jika proses ini selesai diharapkan akhir tahun 2020 sudah pembangunan dan diharapkan awal 2021 sudah beroperasi.

“Khusus untuk kawasan Aerocity, percepatan penyelesaian review masterplan dan kelengkapan-kelengkapan dokumen tengah disiapkan untuk bisa segera dilakukan market sounding akhir tahun 2020,” paparnya.

Menurutnya, luasan lahan untuk hanggar maintenance, repair dan overhaul (MRO), cargo village dan bangunan terintegrasi untuk layanan multi moda telah siap.

“MRO dari eksisting sekarang 15 hektare menjadi 40 hektare, ini terbesar di dunia,” ungkapnya.

Sementara, pengembangan cargo village akan menambah kapasitas menjadi lebih luas dari saat ini yang sudah ada.

“Yang eksis sekarang kecil kapasitasnya. Dua tiga tahun lagi kapasitasnya sudah tidak mencukupi, dalam review masterplan akan diperluas menjadi 30 hektare dan lokasinya berbeda dengan yang ada saat ini,” katanya.

Dia menyebutkan, langkah ini seluruhnya sudah sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

“Sehingga saat tol Cisumdawu terhubung ke bandara Kertajati dari dan ke Kota Bandung dengan waktu tempuh 45 menit, kebutuhan penumpang, pelaku cargo & airline yang selama ini dikeluhkan sudah dapat terpenuhi,” katanya. (Rianto Nurdiansyah)