Distan Kabupaten Bandung Sarankan Penyembelihan Hewan Kurban Dilakukan di RPH

Distan Kabupaten Bandung Sarankan Penyembelihan Hewan Kurban Dilakukan di RPH
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Di masa pandemi Covid-19 ini, penyembelihan hewan kurban disarankan dilakukan di delapan Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemerintah Kabupaten Bandung. Jasa penyembelihan hewan kurban di RPH tersebut gratis. 

Nantinya, daging hewan kurban yang dipotong dan dicincang itu dikembalikan utuh kepada panitia kurban di masjid-masjid atau di pemukiman penduduk.

"Kami bekerja sama dengan Kemendag dan MUI mengimbau masyarakat atau masjid masjid yang melaksanakan kurban agar memanfatkan tiga hari tasrik dengan menyembelih dan membagikan daging itu tidak sekaligus dihari pertama, tapi bertahap hingga usai hari tasrik. Pembagianya juga lebih baik langsung ke rumah penduduk, jangan berkerumun di masjid karena sekarang sedang pandemi  enggak boleh ada kerumunan, " kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran, Minggu (19/7/2020).

Tisna mengatakan, di Kabupaten Bandung terdapat delapan RPH dengan kemampuan atau kapasitas antara 100 hingga 125 hewan sapi. Sehingga jika dirata ratakan delapan RPH ini perhari bisa menyembelih dan mengurus hewan kurban sebanyak 500 hingga 800 ekor.

"RPH ini biasa melayani penyembelihan hewan kurban dari berbagai masjid dan instansi serta masyarakat perorangan. Jadi silakan datang ke RPH dan mendaftar, nanti bergilir saja, biasanya yang sedikit atau perorangan didahulukan, baru kemudian yang besar seperti dari masjid-masjid dan instansi," ujarnya. 

Meskipun di tengah pandemi, dia menegaskan pemeriksaan kesehatan hewan kurban tetap dilaksanakan seperti biasanya. Namun, karena tak ada anggaran hewan yang telah diperiksa itu tidak diberikan kalung sehat. Sebagai gantinya, hewan kurban yang tak layak secara kesehatan dan syarat sah kurban diberi tanda dengan cat hitam.

"Pemeriksaan sudah berlangsung, dan nanti Rabu (22/7/2020) secara simbolis pemeriksaan itu sama pak Bupati. Kalau sekarang hewan yang enggak memenuhi syarat kesehatan dan syari dikasih tanda pakai cat semprot ajah, nanti kalau ada pedagang yang enggak meretur dagangannya akan disanksi," ucapnya. (Dani R Nugraha)