Pemerintah Gulirkan 2 Program Bantuan untuk Sektor Pariwisata

Pemerintah Gulirkan 2 Program Bantuan untuk Sektor Pariwisata
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi. (Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengungkapkan jika 90 persen sektor pariwisata di Indonesia tak berjalan akibat terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Komisi X DPR RI akhirnya mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan dengan bentuk bantuan agar sektor pariwisata kembali menggeliat mulai awal tahun 2021.  

"Kemenparekraf ini salah satu kementerian yang anggarannya dipotong. Tujuannya agar bisa digunakan untuk recovery mengembalikan sektor ekonomi terutana di bidang pariwisata," kata Dede Yusuf, di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Minggu (19/7/2020).

Dede mengatakan, pemerintah akhirnya menetapkan masa recovery atau pemulihan sektor pariwisata mulai Agustus hingga Desember 2020. Sehingga, masa normal geliat pariwisata di Indonesia bisa dimulai pada Januari 2020. Di masa recovery ini, ada dua program yang dijalankan pemerintah melalui Kemenparekaf untuk menggerakan dan membantu pelaku pariwisata. 

Program pertama, kata Dede, adalah GerakanBISA (bersih, sehat, dan aman) yang memberdayakan pelaku pariwisata agar mendapat honor kerja selama masa recovery.
 
"Pelaku pariwisata ini akan bersih bersih di lokasi wisata sampai nanti Desember. Mereka juga mendapat honor Rp230 ribu untuk dua hari. Bisa digunakan untuk menopang kehidupan di daerah yang wisatanya belum aktif," ujarnya. 

Program kedua, lanjut Dede, adalah Balasa (bantuan lauk pauk siap saji). Untuk Kabupaten Bandung disiapkan 4.200 paket. Sementara untuk KBB ada 2.800 paket. 

"Kenapa lauk pauk siap saji. Karena awalnya kami usulkan sembako. Tapi ada problemantikan perbedaan nomenklatur dengan Gugus Tugas Nasional," katanya.

Program Balasa ini, lanjut Dede, disebar kepada para pelaku ekonomi kretaif yang tersebar di kabupaten/kota dan sudah terdaftar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 

"Ada juga yang mendaftar langsung ke kami. Jadi tidak melewati dinas. Jumlah totanya ada lebih dari 200 paket Balasa selama masa recovery ini. Kalau kurang nanti bisa ditambah lagi," ujarnya.(rd dani r nugraha).