Jurus Selamat dari Pandemi Covid ala Sandiaga Uno

Jurus Selamat dari Pandemi Covid ala Sandiaga Uno
Antara Foto

INILAH, Jakarta - Sandiaga Uno melihat pertumbuhan ekonomi nasional turun drastis akibat pandemi Covid-19. Bisnis lesu, akhirnya gulung tikar akibat tidak ada pemasukan.

Sandi, sapaan akrabnya, menegaskan, pandemi Covid-19 tidak hanya memperburuk bisnis, melainkan nasib pekerja harus di-rumahkan, bahkan banyak yang terkena PHK. Dampak tak adanya pemasukan ketika pandemi Covid-19.

Atas kondisi ini, Sandi menegaskan, pebisnis perlu menjalankan sejumlah strategi agar bisnis tetap tumbuh dan berkembang di era new normal. Pandemi Covid-19 akan mengubah kebiasaan masyarakat kita menjadi lebih baik ke depan.

Menurut Sandi, pada saat pandemi mulai terjadi, mobilitas semua orang menjadi terbatas. Hal itu secara langsung memberi tekanan terhadap perekonomian.

Mantan Cawapres di Pilpres 2014 ini mengajak masyarakat untuk bangkit kembali dan beradaptasi dengan New Normal. Diingatkan untuk merencanakan strategi mutakhir agar bisnis tetap tumbuh dan berkembang di era New Normal.

"Koreksi rencana bisnis, beradaptasi terhadap dampak krisis. Petakan risiko, buat rencana mitigasinya. Jangan lupa untuk memasukkan aspek penghematan dan pertahankan biaya-biaya utama," kata Sandi dalam webinar Indonesia Young Entreprenur Summit (IYES) Goes To Campus bersama BEM Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember, Jawa Timur, Sabtu (18/7/2020).

Selain merencanakan strategi mutakhir agar bisnis tetap tumbuh, Sandiaga meminta agar pebisnis membuat perencanaan skenario terburuk. Sehingga dapat diketahui langkah-langkah yang tepat untuk mengantisipasi hal itu. "Terapkan juga perencanaan dengan skenario terburuk dan tentu alternatif terbaik. Jangan lupa prediksikan dana untuk tiga bulan ke depan," tegas pria berjuluk Papa Online ini.

Dia menuturkan, semua orang harus bersiap karena pada saatnya usaha akan dibuka kembali secara bertahap sektor demi sektor dengan tetap meminimalisasi risiko kesehatan masyarakat, sekaligus memulih kegiatan ekonomi.

"Tentukan tingkat risiko kesehatan dari setiap jenis pekerjaan. Tentukan jenis pekerjaan mana yang memiliki pengaruh terbesar pada perekonomian. Petakan risiko kesehatan dan pengaruhnya pada perekonomian," tukasnya.

Sementara itu, Founder KAHMIPreneur yang juga anggota Komisi XI DPR, Kamrussamad menambahkan, pandemik ini membuat ekonomi global berpengaruh sangat signifikan, bahkan scenario terburuknya akan ada penurunan ekonomi secara global sebesar 30%. Bahkan pengangguran di seluruh dunia akan meningkat sebanyak 180 juta orang.

"Kita lihat juga di negara tetangga kita ada Singapura dan Thailand. Dua negara ini mengalami minus hingga 0.7 di kuwartal pertama dan bisa mencapai minus 12 pada kwartal kedua, begitu juga dengan Thailand juga mengalami minus di angka 1.8 di kwartal pertama dan minus 10 di kwartal kedua," tegasnya.

Atas dasar itu, dia meminta Indonesia juga bersiap-siap menghadapi resesi yang dihadirkan oleh bencara non alam ini. Salah satu tanda yang signifikan adalah daya beli masyarakat yang sudah menurun sehingga pemerintah juga harus mempersiapkan segala sesuatunya. "Pemerintah juga harus mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi," pungkasnya.[ipe]