Saat Allah Menyembunyikan

Saat Allah Menyembunyikan
Ilustrasi/Net

SAUDARAKU pernahkah terbayang oleh kita bagaimana jika Allah Swt. langsung menjatuhkan balasan atas setiap maksiat yang kita lakukan? Sekali mata kita bermaksiat dengan melihat yang bukan haknya, misalnya Allah langsung ambil kemampuan penglihatan kita. Jika demikian, tentu akan banyak manusia di dunia ini yang mengalami tuna netra. Belum dengan maksiat-maksiat lain yang dilakukan oleh anggota tubuh lainnya.

Namun, Allah Swt. tidak demikian. Mengapa? Allah Swt. menyembunyikan dahulu atau menunda balasan-Nya untuk memberikan kita kesempatan bertaubat. Padahal kalau Allah mau hitung-hitungan, tentu kita ini sudah hancur sejak dahulu disebabkan kemaksiatan yang kita lakukan. Allah menyembunyikan dahulu balasan-Nya supaya kita tidak putus asa terhadap rahmat-Nya.

Allah Swt. juga menyembunyikan keridhoan-Nya atas ketaatan yang dilakukan hamba-Nya. Mengapa? Karena kalau langsung dan selalu Allah tampakkan, maka seorang hamba akan mudah untuk ‘ujub dan takabur.

Ada seekor kecoa yang jatuh terlentang sehingga ia tidak bisa berjalan, kemudian kita melihatnya dan membantu dia membalikkan badannya sehingga ia bisa berjalan lagi. Apakah Alloh melihat apa yang kita lakukan itu? Tentu saja melihat. Dan, jika Allah ridho, maka amal yang sekilas nampak remeh itu bisa bernilai sangat besar di hadapan Allah Swt.

Ada seorang tua yang kesulitan menyebrang jalan, lalu kita membantunya. Ada orang kebingungan mobilnya mogok, lalu kita bantu mendorongnya. Pasti Allah Swt. mengetahui dan menyaksikan itu semua. Namun, Allah sembunyikan keridhoan-Nya, Allah sembunyikan balasan kebaikan untuk kita saat itu, supaya kita terus termotivasi untuk beramal sholeh sekalipun amal tersebut nampak kecil di mata kita. Karena amal yang kecil itu bisa bernilai besar dalam pandangan Allah Swt.

Mengapa Allah Swt. sembunyikan Lailatul Qodar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan? Supaya ikhtiar kita sempurna dalam beramal dan beribadah di sepuluh hari terakhir. Bayangkan jika sudah diberitahu malam pasti Lailatul Qodar, bisa jadi kita tidak maksimal beribadah di malam-malam sebelumnya.

Allah Swt. juga menyembunyikan saat-saat mustajab doa di hari Jumat, supaya kita terus mengisi detik-demi detik pada hari tersebut dengan niat, ucapan dan perbuatan terbaik. Allah Swt. juga menyembunyikan kapan saat kematian kita, supaya setiap saat setiap waktu kita mawas diri menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan mengisi waktu dengan ibadah karena kita yakin bahwa Allah Swt. bisa mencabut nyawa kita kapan saja dan di mana saja.


Allah Swt. berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr [103] : 1-3)

Oleh karena itu saudaraku, begitu Maha Pemurah Allah Swt. menyembunyikan dahulu hukuman atas dosa kita, supaya kita bersegera memohon ampun dan bertaubat. Demikian juga Allah Swt. menyembunyikan keridhoan-Nya agar kita terus semangat beribadah dan beramal sholeh. Semoga kita senantiasa mampu memaksimalkan kesempatan hidup kita di dunia dengan amal perbuatan yang Allah ridhoi. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin