Puskesmas Dekat Tebing Jurang, Anggota DPRD Bereaksi

Puskesmas Dekat Tebing Jurang, Anggota DPRD Bereaksi
istimewa

NILAH, Cijeruk - Berlokasi didekat tebing atau jurang, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Tuti Alawiyah mendorong Dinas Kesehatan agar merelokasi Puskesmas Cijeruk.

"Saya melihat kondisi Puskesmas Cijeruk kurang layak karena berdekatan dengan tebing atau jurang hingga rawan bencana alam tanah longsor, hingga saya meminta Puskesmas Cijeruk direlokasi oleh Dinas Kesehatan ke lokasi yang lebih aman dan juga agar orang sakit bisa menjadi korban bencana alam tersebut," kata Tuti kepada wartawan, Senin (20/7).

Politisi Partai Gerindra ini pun meminta agar relokasi Puskesmas Cijeruk masuk dalam skala prioritas Pemkab Bogor karena Kecamatan Cijeruk cukup jauh dari RSUD Ciawi.

"Untuk kecamatan yang lokasinya jauh dari RSUD seperti halnya Kecamatan Cijeruk, harusnya diprioritaskan pembangunan Puskesmas yang layak dan bisa rawat inap hingga bersama Camat Cijeruk kita akan upayakan relokasi puskesmas ini bisa segera terealisasi," sambungnya.

Camat Cijeruk Hadijana menuturkan bahwasannya relokasi Puskesmas Cijeruk sudah diusulkan sejak tiga tahun lalu oleh pihak pemerintah kecamatan, bahkan pemilik lahan dulunya siap membebaskan lahannya untuk pemerintah daerah namun karena pemilik lahan butuh uang sementara anggaran Pemkab Bogor belum turun maka lahan tersebut sudah dijual  ke pihak lain.

"Sampai saat ini Pemerintah Kecamatan Cijeruk masih mencari calon lahan relokasi Puskesmas Cijeruk karena selain rawan bencana alam tanah longsor, kita juga butuh perkembangan gedung untuk rawat inap pasien," tutur Hadijana.

Walaupun belum mendapatkan calon lahan relokasi Puskesmas Cijeruk, mantan Camat Megamendung ini siap mencari lahan pengganti dengan total  kebutuhan luas lahan mencapai 8.000 meter.

"Prakiraan kami untuk membangun puskesmas yang layak dengam fasilitas parkir dan lainnya, kita setidaknya butuh lahan 8.000 meter persegi. Mudah - mudahan lokasinya berada di Jalan Raya KH. Halimi Cijeruk," lanjutnya. (Reza Zurifwan)