Pemkab Garut Beri Bantuan untuk Pegawai Terkena PHK

Pemkab Garut Beri Bantuan untuk Pegawai Terkena PHK
Antara Foto

INILAH, Garut- Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat memberikan bantuan berupa uang tunai kepada 130 pegawai yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dampak pandemi virus corona jenis baru (COVID-19).

"Tadi kita berikan santunan untuk mereka yang di-PHK, bantuan itu sebagai bentuk kepedulian kami," kata Bupati Garut Rudy Gunawan di Garut, Senin (20/7/2020).

Pemkab Garut mengalokasikan dana dari APBD untuk membantu mereka yang sudah tidak bekerja lagi di perusahaan karena dampak pandemi COVID-19, sejak beberapa bulan lalu.

Santunan yang diberikan, kata dia, sebesar Rp300 ribu per orang selama tiga bulan ke depan untuk meringankan beban kebutuhan hidupnya.

"Itu dari APBD, kita berikan santunan sebesar Rp300 ribu untuk tiga bulan," katanya.

Ia menyampaikan data yang tercatat di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Garut sebanyak 130 orang terkena PHK oleh perusahaannya.

Jika ada lagi data yang di-PHK, kata dia, Pemkab Garut siap mengalokasikan kembali anggaran untuk memberikan santunan kepada mereka.

"Berapa pun jumlahnya kami siap memberikan bantuan bagi mereka, tapi mudah-mudahan tidak ada lagi," katanya.

Ia menjelaskan santunan itu merupakan program Social Safety Net (Jaring Pengaman Sosial) di tengah masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Garut dengan syarat penerima bantuan yakni warga yang terkena PHK.

Penerima bantuan, kata dia, dari beberapa perusahaan dan pertokoan yang merumahkan karyawannya akibat menurunnya perekonomian selama pandemi COVID-19 di Garut.

"Mereka itu tadinya ada untuk prakerja, tapi karena dibatalkan dan kami berikan itu (santunan, red.)," katanya.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Garut Ricky Rizky Darajat manambahkan tercatat 130 orang terkena PHK dan sebanyak 1.429 orang sempat dirumahkan dampak pandemi COVID-19.

Namun, katanya, 1.429 warga Garut itu, kini sudah mulai bekerja di beberapa perusahaan besar, sedang, maupun kecil pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi.

"Data di kami ada 1.429 orang yang dirumahkan, sekarang mereka sudah mulai bekerja kembali sejak pertengahan Juli," katanya.