Dada Klaim Tak Tahu Menahu Soal Pengadaan Lahan RTH

Dada Klaim Tak Tahu Menahu Soal Pengadaan Lahan RTH
Foto: Bambang Prasethyo

INILAH, Bandung - Dada Rosada mengaku tidak mengetaui adanya perubahan anggaran dala proses pengajuan dana untuk pengadaan lahan RTH Kota Bandung. Dada pun tidak tahu adanya titipan lokasi pembebasan dari anggota dewan.

Hal itu terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan RTH Kota Bandung, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (20/7/2020). 
Empat orang saksi dihadirkan JPU KPK, mereka yakni mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada, Kadisdik Jabar  Dedi Sopandi (mantan Camat), Edi Saeful Makmur (adik ipar Herry Nurhayat), dan Winarno Djati mantan kuasa hukum kasus bansos dengan 7 orang terdakwa.

Di persidangan, Dada mengaku tidak mengetahui secara detail proses pengadaan tanah hingga pengantian biaya ganti rugi. Semua tahapan sudah dilakukan oleh tim pengadaan tanah dari DPKAD.

”Untuk pelaksanaannya saya tidak tahu. Apakah sesuai prosedur atau tidak,” katanya di persidangan.

Dada pun tidak mengetahui jika tanah yang dibebaskan bermasalah, dari total 85 lokasi yang tidak sesuai dengan penetapan lokasi sebanyak 62 lokasi. Jika dari awal dirinya tahu, mungkin ada perbaikan, dan baru diketahuinya sekarang.  

Begitu juga soal penganggaran, Dada mengaku hanya mengetahui secara global sebelum diserahkan ke dewan, dalam prosesnya ada perubahan beberapa kali dia sama sekali tidak mengetahuinya. Sama halnya denan proses ganti rugi, dirinya hanya mengetahui semua sudah beres.

”Kalau saya tahu dari awal pasti saya suruh perbaiki. Tapi laporan yang saya terima dari Pak Edi semua beres, dan tidak ada masalah,” ujarnya. (Ahmad Sayuti)