Bukan dari Dada, Winarno Terima Rp2 Miliar dari Terdakwa 

Bukan dari Dada, Winarno Terima Rp2 Miliar dari Terdakwa 
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Uang senilai Rp2 miliar rupanya diserahkan langsung oleh terdakwa Herry Nurhayat kepada Winarno Djati pengacara kasus bansos TA 2008, untuk tujuh orang terdakwa.

Seperti diketahui dalam dakwaan disebutkan, Herry Nurhayat menerima Rp2 miliar dari Dadang Suganda alias Dadang Demang (berkas terpisah). Uang tersebut diberikan kepada Dada Rosada lewat pengacara kasus bansos Winarno Djati sebagai uang pengganti (UP) kerugian negara.

Diperiksa sebagai saksi di persidangan, Winarno mengaku pernah ketitipan uang dari Herry Nurhayat sebagai uang pengganti kerugian negara. Saat itu dirinya ketemu di BRI Tower Asia-Afrika. dan langsung menyetorkan ke formulir aplikasi rekening Kejati Jabar.

”Saat itu Haji Herry bersama stafnya bawa koper besar. Saya langsung isi aplikasi formulir dan disetorkan ke rekening Kejati Jabar sebagai uang pengganti kerugian negara,” katanya.

”Berapa total uang yang saudara setorkan,” tanya JPU KPK Budi Nugraha.

Winarno menyebutkan, saat itu dirinya memegang enam orang terdakwa dengan masing-masing terdakwa diharuskan membayar Rp400 juta, dan totalnya sekitar Rp2,4 miliar. Sementara sisanya Rp600 juta sudah dibayarkan oleh Benny Yusuf pengacara satu orang terdakwa lainnya.

”Kalau total keseluruhannya Rp9 miliar lebih, tapi saat penyidikan sudah dibayar oleh Benny Yusuf sebesar Rp5 miliar dan US$25, jadi sisanya sekitar Rp3 miliar,” ujarnya.

 Budi Nugraha pun menanyakan awal Winarno menjadi pengacara para terdakwa. Dirinya peratma kali dipanggil Sekda Kota Bandung Edi Siswadi untuk menjadi pengacara kasus bansos para ASN. Kemudian tak lama dikenalkan kepada Dada Rosada di Pendopo.

Winarno mengaku tidak mengetahui dan tidak bertanya sumber uang yang dipakai untuk ganti rugi tersebut bersumber dari mana. Baru tahu itu bersumber dari anggaran RTH saat dirinya dipanggil oleh penyidik KPK.

”Dalam kasus Bansos 2008, apapakah terdakwa, Dada Rosada dan Edi Siswadi di-55-kan (turut serta), dan apakah diproses?” tanya Budi.

”Iya, disebutkan dalam dakwaan. Seingan saya tidak diproses hukum,” ujarnya.

Budi pun mengaku heran,  dalam kasus bansos yang disidang di 2012 terdakwanya tujuh orang ASN. Tapi kenapa biaya kerugian negara ditanggung pimpinannya.

”Karena para terdakwa selalu menyebutkan diperintahkan pimpinan dalam setiap persidangan,” katanya.

Uang dari RTH rupanya tidak hanya dipakai untuk membayar UP dalam kasus Bansos. Melainkan juga dipakai untuk biaya pembayaran pengacara bagi tujuh orang terdakwa tersebut. Hal itu dikatakan oleh adik ipar Herry Nurhayat Edi Saeful Makmur.

”Saya pernah ketitipan cek senilai Rp2 miliar dari terdakwa. Kemudian uang itu disimpan di rekening saya, dan secara bertahap diambil terdakwa. Katanya uang tersebut untuk bayar pengacara dan mengurus kasus bansos,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Dada Rosada membantah menerima uang Rp2 miliar dalam bentuk cek dan memerintahkan Winarno untuk mengganti uang kerugian negara. (Ahmad Sayuti)