14 Kecamatan di Kota Bandung Bebas Kasus Positif Aktif Covid-19

14 Kecamatan di Kota Bandung Bebas Kasus Positif Aktif Covid-19
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Bandung - Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov), sebanyak 14 kecamatan yang ada di Kota Bandung dinyatakan bebas dari pasien positif aktif Covid-19

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, 14 kecamatan itu sudah tidak ada kasus aktif, namun masih ada sejumlah orang masih suspek dan dalam pemantauan serta pengawasan.

"Tidak ada kasus positif aktif di 14 kecamatan, 12 kecamatan masuk dalam kategori empat, dan dua kecamatan masuk dalam kategori tiga, hanya beda level karena keberadaan suspek," kata Ahyani saat dihubungi di Bandung, Senin (20/7/2020).

Berdasarkan data Pusicov, 14 kecamatan itu, yakni Kecamatan Cibiru, Ujungberung, Mandalajati, Arcamanik, Antapani,  Kiaracondong, Batununggal, Bandung Kidul, Regol, Bojongloa Kidul, Sumur Bandung, Bandung Wetan, Sukajadi, dan Kecamatan Cidadap.

Di Kota Bandung terdapat 30 kecamatan, sehingga 16 kecamatan lainnya masih terdapat kasus atau pasien positif Covid-19.

Sementara itu, ada kecamatan yang sebelumnya telah bebas dari kasus Covid-19, kini kembali menjadi zona merah berdasarkan yang nampak di laman Pusicov, yakni Kecamatan Sukasari yang berada di wilayah Bandung utara.

Ahyani mengatakan data persebaran Covid-19 itu bersifat dinamis, karena temuan suspek maupun pasien positif Covid-19 berdasarkan pelacakan yang terus dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Saat ini kasus positif aktif Covid-19 di Kota Bandung terus menurun. Tercatat per tanggal 14 Juli 2020, ada 50 kasus positif aktif, namun Senin (20/7) menurun jadi hanya 33 kasus positif Covid-19.

Sedangkan jumlah kasus positif secara kumulatif 450 kasus, 374 orang sudah dinyatakan sembuh dan 43 orang dinyatakan meninggal dunia.

Meski terus menurun, Ahyani berharap masyarakat tetap waspada dan terus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. "Ingat, bencana masih berlangsung walaupun upaya pencegahan atau penyebaran terkendali," kata Ahyani. (ant)