Bogor Revisi Poin Kerjasama Pembuangan Sampah ke TPA Galuga

Bogor Revisi Poin Kerjasama Pembuangan Sampah ke TPA Galuga
istimewa
INILAH, Cibungbulang - Jelang masa perpanjangan kerjasama pembuanganTPA Galuga hingga tahun 2025 mendatang, Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota Bogor mengunjungi TPA Galuga.
 
Beberapa point akan direvisi dan disepakati oleh kedua pemerintah daerah, mulai keberadaan Puskesmas, Istalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), Kompensasi Dampak Negatif (KDN) dan lainnya.
 
"Kewajiban kita terhadap masyarakat terdampak TPA Galuga yang belum kita berikan maka point-poinya akan kita revisi dan sepakati, serta dituangkan dalam MoU," kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan kepada wartawan, Selasa (21/7).
 
Karena luas lahan pembuangan maupun pengelolaan sampah milik Kabupaten Bogor hanya 4 hektare, maka politisi Partai Gerindra ini mengaku bahwa Pemkab Bogor akan memperluas lahannya.
 
"Karena luas lahan hanya 4 hektare sedangkan kuota pembuangan sampah sangat besar maka kita harus menambah luas lahan pembuangan dan pengelolaan sampah, kita juga akan memperbarui teknologi dalam pengelolaan sampah sesuai Undang-Undang (UU) nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah," sambungnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Anwar Anggana menjelaskan dalam upaya memperbarui teknologi dalam pengelolaan sampah jajarannya siap bekerjasama dengan Pemkot Bogor.
 
"Kita butuh waktu dan anggaran dalam upaya memperbarui teknologi dalam pengelolaan sampah, namun dalam waktu dekat atau solusi kedua kita akan bekerjasama dengan Pemkot Bogor yang kelihatannya memang lebih siap," jelas Anwar.
 
Ditemui di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rahim menuturkan bahwa jajarannya siap mensepakati point-point kerjasama yang baru dengan sebelumnya akan berdiskusi dengan masyarakat terdampak keberadaan TPA Galuga.
 
"Kita akan berbicara seperti angka KDN dan lainnya dengan semua pihak termasuk masyarakat sebelum MoU perpanjangan kerjasama ditandatangani oleh dua kepala daerah yang bersebelahan ini. Yang jelas perpanjangan pembuangan sampah ke TPA Galuga ini tidak hanya membawa efek negatif tetapi juga ada dampak positif karena bisa menghidupkan 900an orang pemulung," tutur Dedie.
 
Ia melanjutkan dari 600 ton sampah perhari dari Kota Bogor, 30 persen diantaranya sudah direuce, reduce dan recycle dan 70 persen lainnya baru dibuang ke TPA Galuga. (Reza Zurifwan)