Dewan Pertanyakan Retribusi Parkir Kabupaten Cirebon , Kemana Menguapnya?

Dewan Pertanyakan Retribusi Parkir Kabupaten Cirebon , Kemana Menguapnya?
anggota komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno/Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Kabupaten Cirebon dari retribusi parkir baik kendaraan roda dua dan empat, diduga bocor.

Pasalnya PAD retribusi parkir yang tercatat di tahun 2019 hanya sekitar Rp.375 juta saja. Sementara kalau dihitung secara global, bisa mencapai puluhan milliar. Demikian dikatakan anggota komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno, Selasa (21/7/2020).

Cakra menjelaskan, pihaknya sudah berulang kali melakukan koordinasi dengan pihak Dishub. Namun, sampai saat ini pihak Dishub mengaku kesulitan menaikan retribusi parkir. Padahal, dewan sudah menyarankan, supaya Dishub mencetak karcis parkir sebanyak banyaknya, untuk diberikan kepada pemilik kendaraan saat parkir. Justru dengan cara seperti itu, perputaran retrubusi parkir bisa dimonitor.

"Dishub harusnya berani mengeluarkan karcis parkir. Kalau pengendara tidak menerima karcis, mereka jangan mau ngasih uang parkir. Ini kan sebetulnya persoalan sederhana dan mudah untuk dilakukan," ungkap Cakra.

Dia mencontohkan, jumlah kendaraan roda dua dan empat yang ada di Kabupaten Cirebon,  sekitar 400 ribu an. Kalau saja setiap tahunnya pengendara menghabiskan uang parkir sebesar Rp100 ribu, dikalikan dengan 400 ribu kendaraan, maka harusnya retribusi yang diterima sekitar Rp40 milliar. Atau lanjutnya, hanya dikalikan 300 ribu kendaraan saja, maka retribusi parkir setahun mencapai Rp30 milliar.

"Ini hitungan realnya. Tidak usah 400 ribu kendaraan, cukup 300 ribu kendaraan. Nilainya sampai 30 milliar. Tapi kenapa yang masuk PAD, setengah milliar saja tidak ada. Kemana tuh sisa duit menguapnya," ungkapnya.

Cakra juga sependapat dengan pernyatan Staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan Pemkab Cirebon, Abraham Muhamad yang menuding ada kebocoran PAD. Dirinya sepakat, harus ada evaluasi di semua SKPD yang menghasilkan PAD. Jangan sampai, dengan pandemi Covid-19, menjadi alasan turunnya PAD di tahun depan. Namun yang harus di monitor, justru menguapnya retribusi potensi parkir saat ini.

"Kalau sektor lain boleh lah ada penurunan karena covid. Tapi retribusi parkir tidak terganggu dengan apapun.  Ini juga menjadi PR kami supaya bisa mendongkrak retribusi dari sektor perparkiran," tukas Cakra. (maman suharman)