Dedie Tawarkan Zona Inkubator Bisnis Pengelolaan Sampah

Dedie Tawarkan Zona Inkubator Bisnis Pengelolaan Sampah
foto: INILAH/Reza Zurifwan
INILAH, Cibungbulang - Pemkot Bogor mengaku tidak akan memperluas lahan pembuangan dan pengelolaan sampahnya di TPA Galuga, sebagai gantinya malah akan menawarkan zona inkubator bisnis pengelolaan sampah.
 
"Pemkot lebih memilih bekerjasama dengan  Pemkab Bogor untuk menawarkan ke pihak swasta untuk membangun zona inkubator bisnis pengelolaan sampah di sekitar TPA Galuga, ketimbang memperluas lahan pembuangan dan pengelolaan sampahnya," ucap Wakil Wali Kota Bogor  Dedie A Rahim kepada wartawan, Selasa (21/7).
 
Politisi Partai Demokrat ini menambahkan keuntungan pihak swasta atau investor untuk berusaha dalam  bisnis pengelolaan sampah di sekitar TPA Galuga adalah kemudahan perijinan usahanya.
 
"Selama ini sudah ada investor yang mau berusaha  dalam bisnis pengelolaan sampah di luar TPA Galuga hingga sulit mendapatkan izin usahanya, oleh karena itu kami tawarkan disini yang izinnya bisa dipermudah karena ini termasuk zona inkubasi pengelolaan sampah, izina analisa dampak lingkungan (Amdal) atau lainnya," tambahnya.
 
Dedie menuturkan usaha bisnis pengelolan sampah yang bisa dikerjakan adalah pembuaatan bricket, pupuk, batako, conblock hingga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
 
"Manfaat zona inkubator sampah ini banyak karena nantiya ada  banyak usaha pengelolaan sampah, hingga akan banyak menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka penganngguran," tutur Dedi.
 
Menanggapi tawaran Pemkot Bogor, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan pun menanggapinya secara baik karena dengan zona inkubator pengelolaan sampah semuanya bisa terintegrasi.
 
"Tawaran atau usulan penetapan zona inkubator pengelolaan sampah sangat baik karena banyak manfaat yang bakal didapatkan oleh masyarakat maupun Pemkab Bogor seperti terciptanya lowongan kerja dan akan adanya retribusi pajak," tukas Iwan. (Reza  Zurifwan)