Bos Persib Pastikan 8 Poin Hasil Rapat Virtual PT LIB Belum Final

Bos Persib Pastikan 8 Poin Hasil Rapat Virtual PT LIB Belum Final
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Hasil rapat virtual antara PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan para klub pada Jumat (17/7/2020) lalu dipastikan belum final. Hal itu diutarakan langsung Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono. 

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih selama tiga jam tersebut, ada sejumlah poin yang dibahas terkait hal-hal penting menjelang dan selama bergulirnya Liga 1 2020. 

Beberapa hal yang disampaikan PT LIB di antaranya mengenai kontribusi yang akan diterima klub, akomodasi bagi klub yang ber-homebase di lokasi yang direkomendasikan, penyelenggaraan pertandingan, sampai dengan perangkat pertandingan.

Tercatat, ada delapan poin yang dilontarkan PT LIB untuk menjalani lanjutan Liga 1 2020 yang mengalami penundaan pada pertengahan Maret lalu. Pertama, Liga 1 2020 akan kembali bergulir 1 Oktober 2020-28 Februari 2021.

Lalu, klub harus diperkuat minimal dua pemain yang berada di bawah usia 21 tahun atau U-21. Namun, terkait mekanisme akan diberikan secepatnya kepada setiap klub.

Selain itu, klub dari luar Pulau Jawa akan berkandang di Pulau Jawa. Lalu, format kompetisi akan melanjutkan Liga 1 2020. Tidak ada degradasi untuk musim ini dan lima pergantian pemain untuk setiap tim dalam satu pertandingan.

Tak hanya itu, klub diharuskan melakukan swab test PCR (Polymerase Chain Reaction) dan rapid test setiap 14 hari selama kompetisi. Terakhir, LIB melakukan rapid test H-1 matchday. 

Menurut Teddy, poin-poin tersebut bisa saja mengalami perubahan. Sebab hingga saat ini poin hasil rapat virtual itu baru sebatas rencana. 

"Kita tunggu regulasi yang lebih jelas," tegas Teddy saat dihubungi, Selasa (21/7/2020). 

Dengan alasan itu, Teddy masih belum bisa mengomentari terkait rencana PT LIB untuk menjalankan Liga 1 2020 tersebut.

Menurut kabar, PT LIB akan kembali melakukan pertemuan dengan para klub. Rencananya akan dilakukan 10 hari ke depan setelah rapat virtual tersebut. (Muhammad Ginanjar)